Ukuran teks
18

Mimpi yang Mustahil

Bayangkan Anda percaya bahwa Anda bisa memberi nama pada setiap makhluk hidup di bumi ini—setiap serangga di setiap hutan, setiap ikan di setiap samudra, setiap bunga di setiap lereng gunung. Bukan hanya memberi nama, tetapi mengaturnya, mengklasifikasikannya, menjinakkan seluruh kekacauan alam semesta yang liar menjadi sebuah daftar yang rapi dan bisa dipahami manusia. 

Dua orang di abad ke-18 benar-benar percaya mereka bisa melakukannya. 

Mereka hidup di zaman yang sama, mengejar tujuan yang sama, tetapi tidak pernah bertemu seumur hidup. Yang satu adalah dokter Swedia yang sombong, penuh percaya diri seperti seseorang yang merasa dipilih Tuhan. Yang lain adalah bangsawan Prancis yang kaya, tenang, dan lebih suka kebenaran daripada ketenaran. 

Keduanya salah besar tentang seberapa banyak yang perlu ditemukan. Keduanya tidak pernah menyelesaikan misi mereka. Tetapi dalam proses kegagalan mereka yang megah, keduanya mengubah cara manusia memahami alam, kehidupan, dan diri mereka sendiri—termasuk warisan berbahaya yang masih kita tanggung hingga hari ini. 

Inilah kisah Carl Linnaeus dan Georges-Louis de Buffon. Kisah tentang obsesi, persaingan, keberanian, dan kekeliruan yang membentuk fondasi ilmu biologi modern. 

Jason Roberts menulis Every Living Thing bukan hanya sebagai sejarah ilmu pengetahuan. Buku peraih Hadiah Pulitzer 2025 ini adalah cermin tentang bagaimana cara kita memandang dunia—dan betapa berbahayanya ketika cara pandang yang salah menang bukan karena kebenarannya, melainkan karena kesederhanaannya.

 


1 dari 9