Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengubah Hidup

Bayangkan Anda berada di ruang rapat. Semua orang mengangguk setuju dengan proposal yang jelas-jelas cacat. Anda melihat masalahnya. Anda tahu ada cara yang lebih baik. 

Tapi tidak ada yang berbicara. 

Di kepala Anda bergema pertanyaan: "Haruskah saya angkat tangan? Atau lebih baik diam saja seperti yang lain?" 

Atau bayangkan ini: Anda punya impian. Sesuatu yang ingin Anda ciptakan, jalan yang ingin Anda tempuh, kehidupan yang ingin Anda jalani. Tapi semua orang di sekitar Anda berkata: 

"Itu tidak realistis." "Itu tidak aman." "Orang seperti kita tidak melakukan hal seperti itu." 

Dan perlahan, impian itu memudar. Bukan karena Anda tidak mampu. Tapi karena Anda takut berbeda. 

Ini adalah tragedi yang Ralph Waldo Emerson lihat di mana-mana: orang-orang yang hidup bukan sebagai diri mereka sendiri, tetapi sebagai fotokopi pucat dari ekspektasi orang lain. 

Pada tahun 1841, di tengah masyarakat Amerika yang masih mencari identitasnya—masih meniru Eropa, masih terikat pada tradisi lama—Emerson menulis serangkaian esai yang menjadi manifesto untuk jiwa Amerika yang mandiri. 

Pesannya sederhana tapi radikal: 

"Percayalah pada dirimu sendiri." 

Tapi bukan kepercayaan diri yang dangkal atau narsistik. Ini adalah panggilan untuk mendengarkan suara terdalam dalam diri Anda—yang Emerson sebut sebagai "kejeniusan" yang ada dalam setiap manusia—dan memiliki keberanian untuk mengikutinya.

170 tahun kemudian, kata-kata Emerson masih bergema. Karena pertanyaan yang sama masih kita hadapi setiap hari: 

Apakah Anda akan hidup sebagai diri Anda yang sejati? Atau sebagai apa yang orang lain harapkan Anda menjadi? 

Mari kita mulai perjalanan ini.

 


1 dari 10