Ukuran teks
18

Bayi yang Baru Lahir

Bayangkan seorang bayi yang baru lahir. Matanya terbuka untuk pertama kali. Melihat cahaya, warna, bentuk yang tidak ia kenali. Mendengar suara yang tidak ia mengerti. Merasakan sentuhan yang asing. 

Pertanyaannya: Apakah bayi ini sudah "tahu" sesuatu? 

Apakah dia lahir dengan pengetahuan tentang Tuhan? Tentang matematika? Tentang moral? 

Atau apakah pikirannya seperti kertas kosong—tabula rasa—yang akan diisi oleh pengalaman? 

Pertanyaan ini terdengar filosofis dan abstrak. Tapi jawabannya mengubah segalanya—bagaimana kita mendidik anak, bagaimana kita memahami perbedaan budaya, bagaimana kita tahu apa yang benar dan salah. 

Selama ribuan tahun, sebagian besar filsuf percaya bahwa manusia lahir dengan "ide bawaan"—pengetahuan yang sudah tertanam dalam jiwa kita sejak lahir. Plato bilang kita "mengingat" kebenaran dari kehidupan sebelumnya. Descartes bilang ide tentang Tuhan adalah bawaan. 

Lalu datang John Locke pada tahun 1689 dengan buku yang meledakkan keyakinan ini: "An Essay Concerning Human Understanding." 

Locke mengajukan pertanyaan sederhana: "Dari mana semua pengetahuan kita datang?"

Dan jawabannya mengejutkan: Dari pengalaman. Hanya dari pengalaman. 

Tidak ada ide bawaan. Tidak ada pengetahuan yang "sudah ada" sejak lahir. Semua yang kita tahu—tentang dunia, tentang diri kita, tentang Tuhan—datang dari apa yang kita lihat, dengar, sentuh, rasakan, dan pikirkan.

Ide ini revolusioner. Dan dampaknya masih kita rasakan hingga hari ini.

Mari kita gali lebih dalam.

 


1 dari 10