Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Tidak Berani Kau Tanyakan

Kamu bangun pagi dengan perasaan cemas. Lagi. 

Sebelum kakimu menyentuh lantai, pikiranmu sudah berlomba: "Apa yang akan membuatnya marah hari ini? Apakah aku sudah melakukan sesuatu yang salah? Apakah dia akan diam seharian atau meledak?" 

Kamu berjalan di atas kulit telur—setiap hari. Setiap saat. 

Kamu tahu sarapan harus pas waktu yang tepat, pas suhu yang tepat, dengan sikap yang tepat. Satu kesalahan kecil—kopi terlalu dingin, nada suaramu "salah", atau bahkan tatapanmu yang "tidak sopan"—dan seluruh hari bisa hancur. 

Teman-temanmu bilang, "Pernikahan itu kerja keras." Keluargamu bilang, "Tidak ada pernikahan yang sempurna." Pendeta di gerejamu bilang, "Tuhan membenci perceraian." 

Jadi kamu bertahan. Kamu mencoba lebih keras. Kamu berdoa lebih banyak. Kamu membaca buku tentang menjadi istri yang lebih baik, ibu yang lebih baik, pengikut Kristus yang lebih baik. 

Tapi tidak ada yang berubah. 

Bahkan semakin buruk. 

Dan pertanyaan yang tidak berani kamu tanyakan mulai berbisik di benakmu: 

"Apakah ini normal? Apakah ini yang Tuhan inginkan untukku? Atau... apakah ini sebenarnya bukan sekadar 'pernikahan yang sulit'—tapi pernikahan yang merusak?" 

Leslie Vernick, konselor Kristen yang telah membantu ribuan perempuan (dan laki-laki) dalam pernikahan yang merusak, menulis buku ini untuk menjawab pertanyaan yang tidak berani kamu tanyakan: 

Tidak. Ini bukan normal. Tidak. Ini bukan yang Tuhan inginkan untukmu. Dan ya, ada perbedaan besar antara pernikahan yang sulit dan pernikahan yang merusak.

Buku ini bukan tentang bagaimana menjadi istri yang lebih submisif. Bukan tentang bagaimana bertahan dalam penderitaan demi "keluarga utuh." 

Buku ini tentang bagaimana mengenali kehancuran, bagaimana menemukan kekuatanmu kembali, dan bagaimana membuat keputusan yang bijaksana—apakah itu memperbaiki atau meninggalkan. 

Mari kita mulai dengan kebenaran yang mungkin tidak pernah ada yang beritahu padamu.

 


1 dari 10