Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengubah Segalanya

Tahun 2001. Seorang pria berusia 30 tahun duduk di dalam mobil di tengah-tengah Silicon Valley. Dia baru saja menjual perusahaannya dan menjadi jutawan—$22 juta di rekeningnya. Impian Amerika, bukan? 

Kebanyakan orang akan pensiun. Atau membangun startup lain untuk menjadi lebih kaya. Atau membeli yacht dan pulau pribadi. 

Tapi Elon Musk tidak seperti kebanyakan orang. 

Dia bertanya pada dirinya sendiri pertanyaan yang aneh: "Apa masalah paling penting yang harus diselesaikan untuk masa depan umat manusia?" 

Bukan "bagaimana saya bisa jadi lebih kaya?" Bukan "startup apa yang sedang tren?"

Tapi: Apa yang benar-benar penting untuk kelangsungan hidup spesies manusia? 

Jawabannya mengejutkan: Tiga hal—internet, energi berkelanjutan, dan menjadikan manusia spesies multi-planet. 

Dan dalam satu dekade berikutnya, dia tidak hanya memilih satu. Dia mengejar ketiganya sekaligus

Kebanyakan orang menganggapnya gila. Teman-temannya berpikir dia akan kehilangan semua uangnya. Investor menertawakannya. Media mengolok-oloknya. 

Tapi pada tahun 2015, ketika Ashlee Vance menerbitkan biografi resmi Elon Musk setelah menghabiskan hampir 50 jam wawancara dengannya dan lebih dari 200 orang di sekitarnya, dunia melihat sosok yang berbeda: 

Seorang pria yang telah mengubah tiga industri besar—pembayaran online, mobil listrik, dan eksplorasi ruang angkasa—dan dalam prosesnya menjadi salah satu entrepreneur paling berpengaruh di generasi ini.

Ini bukan cerita tentang jenius yang sempurna. Ini adalah cerita tentang seseorang yang bertaruh segalanya pada visi yang dianggap mustahil—dan hampir kehilangan segalanya dalam prosesnya. 

Mari kita mulai dari awal.

 


1 dari 11