Ukuran teks
18

Malam yang Mengubah Segalanya

Bayangkan ini: Jam 2:23 pagi. Anda baru saja putus dengan pacar karena Anda melihat fotonya duduk di pangkuan mantan pacarnya di Instagram. Anda merokok di luar apartemen, hanya mengenakan celana boxer, mencoba menerima kenyataan bahwa hubungan Anda berakhir. 

Lalu kucing mantan pacar Anda—kucing juara kontes yang manja dan menyebalkan bernama Princess Donut—melompat keluar jendela. Karena Anda bukan bajingan yang akan membiarkan kucing mati kedinginan, Anda mengejarnya ke jalanan Seattle yang membeku. 

Dan kemudian—dalam satu detik—setiap bangunan di Bumi runtuh. 

Tidak pelan-pelan. Tidak ada peringatan. Hanya... BOOM

Rumah, gedung pencakar langit, sekolah, rumah sakit—semuanya hancur menjadi debu. Setiap orang yang ada di dalam bangunan ketika itu terjadi? Mati seketika. 

Miliaran orang. Hilang. Dalam sekejap mata. 

Dan kemudian suara muncul di kepala Anda—suara alien yang ceria, seperti host game show yang terlalu antusias: 

"Selamat datang di Dungeon Crawler World! Bumi telah dipanen untuk resources-nya. Sekarang, sisa-sisa Anda akan menjadi hiburan untuk triliunan penonton di seluruh galaksi. Masuki dungeon, atau mati di permukaan. Anda punya 30 detik untuk memutuskan!" 

Anda melihat sekeliling. Kota Anda—Seattle—adalah reruntuhan. Orang-orang berlarian, berteriak. Dan di tengah kekacauan, tangga muncul dari tanah—pintu masuk ke dungeon. 

Anda tidak punya pilihan. Anda meraih kucing yang masih mencoba melarikan diri, dan berlari ke tangga. 

Selamat datang di dungeon. Selamat datang di akhir dunia. 

Dan oh ya—seluruh dunia menonton.

Ini adalah awal petualangan Carl—mantan Coast Guard, tukang kapal, pria biasa yang sekarang harus bertahan hidup di dungeon 18 lantai yang penuh monster, jebakan mematikan, dan goblin yang menjual bom. 

Dan satu-satunya temannya? Kucing manja yang baru saja bisa bicara dan sekarang bersikeras menjadi pemimpin party mereka. 

Matt Dinniman menulis "Dungeon Crawler Carl" sebagai kombinasi gila antara The Hunger Games, Ready Player One, dan Hitchhiker's Guide to the Galaxy—dengan kucing bicara yang narsis dan pria yang harus bertarung tanpa alas kaki karena itulah satu-satunya cara untuk mendapat buff terbaik. 

Ini bukan hanya cerita tentang survival. Ini cerita tentang bagaimana tetap manusiawi ketika dunia—dan sistem game—dirancang untuk mengubah Anda menjadi monster. 

Mari kita turun ke dungeon.

 


1 dari 10