Ukuran teks
18

Perjalanan yang Mengubah Segalanya

Tahun 1827. Seorang wanita Inggris berusia 47 tahun naik ke kapal yang akan membawanya melintasi Atlantik. Namanya Frances Trollope. Dia bukan aristokrat. Bukan petualang. Bukan penulis terkenal. 

Dia adalah ibu dari lima anak yang keluarganya hampir bangkrut. 

Amerika adalah harapan terakhirnya. Tanah peluang. Tanah kebebasan. Tanah di mana siapa pun—bahkan wanita Inggris setengah baya tanpa uang—bisa sukses. 

Atau begitulah katanya. 

Empat tahun kemudian, dia kembali ke Inggris—lebih miskin dari sebelumnya, bisnisnya hancur, impiannya remuk. Tapi dia membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: pengamatan tajam tentang masyarakat Amerika yang akan mengejutkan dua benua. 

Pada tahun 1832, dia menerbitkan "Domestic Manners of the Americans"—bukan buku perjalanan biasa yang memuji keajaiban negeri baru. Ini adalah kritik telak terhadap kebiasaan, perilaku, dan budaya Amerika. 

Buku ini menjadi skandal instan. Orang Amerika marah. Kritikus Inggris terpesona. Dan Frances Trollope—yang datang ke Amerika untuk mencari kekayaan—akhirnya menemukannya dengan menulis tentang kegagalannya di sana. 

Tapi yang membuat buku ini bertahan lebih dari 190 tahun bukan kontroversinya. Melainkan kejujuran brutalmente tentang apa yang terjadi ketika dua budaya sangat berbeda bertabrakan. 

Mari kita lihat Amerika melalui mata seorang wanita Inggris yang menolak untuk berpura-pura terkesan.

 


1 dari 12