Ukuran teks
18

Hari yang Hilang

Senin pagi. Alarm berbunyi jam 6. 

Anda menekan snooze. "Lima menit lagi." Lima menit jadi lima belas. Akhirnya bangun jam 6:30, terburu-buru. 

Sampai kantor jam 8:30. Check email. Ada 47 email baru. Anda mulai membalas yang mudah-mudah dulu. 30 menit berlalu. 

Buka media sosial "sebentar saja." 20 menit hilang scroll Instagram dan LinkedIn. 

Meeting jam 10. Meeting yang seharusnya 30 menit jadi 1 jam 15 menit. Tidak ada keputusan jelas. Semua orang bicara, tidak ada yang bertindak. 

Makan siang. Anda scroll ponsel sambil makan. Tidak benar-benar makan, tidak benar-benar istirahat. 

Sore hari. Anda mulai mengerjakan proyek penting yang deadline-nya besok. Tapi konsentrasi buyar. Check email lagi. Chat dengan rekan kerja. Scroll media sosial lagi. 

Jam 5 sore. Proyek masih belum selesai. "Oke, saya lanjutkan di rumah." Di rumah, setelah makan malam, Anda buka laptop. Tapi terlalu lelah. "Besok pagi saja deh." 

Sebelum tidur, Anda merasa bersalah. "Hari ini saya ngapain aja sih? Kok rasanya sibuk banget tapi tidak ada yang selesai?" 

Anda tidur dengan anxiety. Dan besok, siklus yang sama berulang. 

Ini yang Darius Foroux sebut sebagai "Illusion of Productivity"—ilusi produktivitas.

Anda merasa sibuk. Anda menghabiskan banyak energi. Tapi pada akhir hari, hampir tidak ada hasil bermakna yang dicapai. 

Inilah masalah yang ingin dipecahkan buku "Do It Today": Bagaimana mengubah diri dari orang yang sibuk tapi tidak produktif menjadi orang yang fokus dan mencapai hasil bermakna. 

Bukan dengan bekerja lebih lama. Bukan dengan multitasking lebih banyak. Tapi dengan bekerja lebih cerdas, lebih fokus, dan dengan sistem yang jelas. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 11