Ukuran teks
18

Eksperimen yang Mengubah 1,600 Hidup

Januari 2018. Cal Newport, profesor ilmu komputer di Georgetown University, membuat tantangan sederhana di blognya: 

"Siapa yang mau bergabung dalam 'Digital Declutter'—30 hari tanpa media sosial, tanpa scrolling tanpa tujuan, tanpa aplikasi yang menguras perhatian?" 

Dia berharap mungkin 50 orang akan tertarik. Respons yang datang: 1,600 orang mendaftar. 

Tapi yang lebih mengejutkan bukan jumlahnya. Yang mengejutkan adalah apa yang terjadi setelah 30 hari. 

Sarah, seorang manajer marketing, menulis: "Saya mendapat kembali 2 jam setiap hari. Saya membaca 4 buku dalam sebulan—lebih banyak dari yang saya baca dalam 2 tahun terakhir. Saya merasa seperti bangun dari mimpi panjang." 

Michael, seorang developer: "Saya tidak menyadari betapa cemas saya sepanjang waktu sampai kecemasannya hilang. Saya pikir itu normal—ternyata itu addiction." 

Jenny, ibu dari dua anak: "Saya bermain dengan anak-anak saya tanpa memeriksa ponsel setiap 5 menit. Mereka berkata, 'Mama, kamu berbeda sekarang. Kamu lebih... di sini.'" 

Tapi ada satu email yang membuat Newport berhenti. 

Seorang pria bernama Dan menulis: "Saya baru menyadari: Saya tidak tahu siapa saya tanpa ponsel saya. Ketika tidak ada notifikasi, tidak ada likes, tidak ada hal untuk di-refresh—saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan diri saya sendiri. Itu menakutkan." 

Dan inilah yang mendorong Newport menulis "Digital Minimalism." 

Karena kita menghadapi krisis yang tidak kita sadari. Bukan hanya krisis produktivitas atau krisis perhatian. Ini adalah krisis kemanusiaan.

Kita kehilangan kemampuan untuk sendirian dengan pikiran kita sendiri. Kehilangan kemampuan untuk percakapan mendalam. Kehilangan kemampuan untuk melakukan sesuatu hanya karena itu bermakna, bukan karena itu akan mendapat likes. 

Newport tidak mengatakan teknologi itu jahat. Dia mengatakan kita menggunakannya dengan cara yang salah. Dan ada jalan yang lebih baik. 

Mari kita temukan jalan itu.

 


1 dari 9