Ukuran teks
18

Rahasia yang Ditulis di Malam Hari

London, 27 Maret 1768. 

Seorang gadis berusia 15 tahun duduk di kamarnya yang remang-remang, menyalakan lilin, dan mulai menulis: 

"Kepada Nobody yang tersayang, engkau satu-satunya teman kepada siapa aku bisa sepenuhnya terbuka..." 

Dia tidak menulis untuk ayahnya yang terkenal. Tidak untuk saudara-saudaranya. Tidak untuk siapa pun yang akan menghakiminya, mengoreksinya, atau memberitahunya bagaimana seharusnya seorang gadis yang baik berpikir. 

Dia menulis untuk "Nobody"—tidak ada siapa-siapa. 

Karena hanya dengan Nobody, dia bisa menjadi Somebody

Frances Burney—atau Fanny, seperti dia lebih suka dipanggil—memulai diari yang akan dia tulis selama lebih dari 70 tahun. Diari yang akan bertahan melewati kematiannya. Diari yang akan memberikan kita jendela paling jujur ke dalam kehidupan seorang wanita di era Georgian—era di mana wanita seharusnya diam, patuh, dan tidak ambisius. 

Tapi Fanny Burney tidak diam. 

Dia menulis. Dia mengamati. Dia merekam dunia di sekitarnya dengan kejujuran yang brutal dan humor yang tajam. Dia berteman dengan para jenius sastra terbesar zamannya. Dia melayani ratu di istana. Dia jatuh cinta dengan pria yang "salah". Dia selamat dari operasi yang paling mengerikan yang bisa dibayangkan. 

Dan dia menulis semuanya. 

Inilah kisahnya—bukan sebagai tokoh dalam sejarah, tetapi sebagai manusia dengan ketakutan, impian, dan keberanian yang luar biasa.

 


1 dari 10