Dua Pria, Satu Kota, Dua Obsesi
Chicago, 1890.
Kota ini adalah simbol Amerika yang sedang berubah. Dari kota peternakan yang berbau daging dan darah, Chicago bertransformasi menjadi metropolis modern dengan pencakar langit, rel kereta api, dan ambisi yang tidak terbatas.
Di tengah transformasi ini, dua pria tiba dengan obsesi yang sama kuatnya—namun sangat berbeda.
Daniel Hudson Burnham, seorang arsitek berusia 44 tahun, mendapat tugas yang tampak mustahil: membangun pameran dunia paling spektakuler dalam sejarah, lebih megah dari Menara Eiffel Paris, dalam waktu kurang dari tiga tahun. Dia akan menciptakan kota impian—sebuah utopia putih yang sempurna yang akan membuat dunia terkagum-kagum.
H.H. Holmes, dokter tampan berusia 30-an tahun dengan senyum menawan dan mata biru yang menenangkan, juga membangun sesuatu. Sebuah hotel—atau lebih tepatnya, sebuah istana pembunuhan. Labirin tiga lantai dengan kamar tanpa jendela, lorong rahasia, ruang kedap suara, tungku krematorium, dan lubang untuk membuang mayat.
Kedua pria ini hidup di kota yang sama, pada waktu yang sama, bahkan berjarak hanya beberapa kilometer. Satu menciptakan keajaiban. Yang lain menciptakan teror.
Dan yang paling mengerikan? Tidak ada yang tahu tentang Holmes sampai semuanya terlambat.
Ini adalah kisah nyata tentang ambisi, kegelapan, dan kota yang menjadi panggung bagi keduanya.
Mari kita mulai.