Siapa yang Berhak Dipanggil Pemimpin?
Tahun 1976. John Maxwell baru saja menjadi pastor di sebuah gereja kecil di Indiana. Jemaatnya hanya 3 orang.
Ya, Anda tidak salah baca. Tiga orang.
Di minggu pertamanya, seorang anggota jemaat—sebut saja Mr. Johnson—mendekatinya setelah kebaktian.
"Pastor Maxwell," katanya dengan nada yang tidak ramah, "Anda tahu, pastor sebelumnya jauh lebih baik dari Anda. Khotbahnya lebih dalam. Caranya memimpin lebih berwibawa. Anda masih muda dan inexperienced."
Maxwell pulang dengan hati hancur. Dia adalah pastor—secara teknis, seorang "pemimpin." Dia punya titel. Dia punya posisi. Tapi apakah dia benar-benar memimpin?
Malam itu, dia menulis di jurnalnya:
"Hari ini saya belajar pelajaran paling penting tentang kepemimpinan: Titel tidak membuat Anda pemimpin. Pengaruh yang membuat Anda pemimpin."
Mr. Johnson tidak perlu mengikutinya hanya karena dia "pastor." Maxwell harus mendapatkan hak untuk memimpin—melalui karakter, melalui kepedulian, melalui kompetensi.
Lima tahun kemudian, gereja yang sama memiliki 300 jemaat. Mr. Johnson menjadi salah satu pendukung terkuatnya. Bukan karena Maxwell punya titel yang lebih tinggi. Tapi karena dia akhirnya menjadi pemimpin sejati.
"Developing the Leader Within You" adalah hasil dari perjalanan Maxwell—dari pastor muda yang insecure menjadi salah satu ahli kepemimpinan paling berpengaruh di dunia. Buku ini bukan tentang trik atau hack. Ini tentang mengembangkan karakter pemimpin dari dalam diri Anda.
Karena kepemimpinan sejati bukan tentang apa yang Anda lakukan. Ini tentang siapa Anda menjadi.
Mari kita mulai.