Ukuran teks
18

Pertanyaan dari Pengemudi Taksi

Bayangkan ini: Carl Sagan—astronom terkenal, pembuat serial Cosmos yang ditonton 500 juta orang—masuk ke taksi di New York. 

Pengemudi mengenalinya. "Anda 'orang sains' itu, kan?" 

Sagan mengangguk. Dia mengharapkan pertanyaan tentang lubang hitam, atau mungkin tentang misi Voyager ke luar tata surya. Tapi yang datang justru banjir pertanyaan: 

"Bagaimana menurut Anda tentang UFO? Apakah alien benar-benar menculik orang?" "Atlantis—apakah itu nyata?" "Kain kafan Turin—bukankah itu bukti mukjizat?" "Astrologi—apakah ada kebenarannya?" 

Sagan duduk di sana, terpana. Ini adalah orang cerdas, penasaran, ingin tahu. Tapi semua pertanyaannya tentang pseudosains—bukan sains. 

Dan inilah yang membuatnya khawatir: 

Jika orang-orang cerdas tidak bisa membedakan sains dari kebohongan, apa harapan kita sebagai peradaban? 

Momen itu menjadi katalis untuk buku terakhirnya yang paling powerful: "The Demon-Haunted World." Ditulis setahun sebelum kematiannya pada 1996, ini adalah завещание—testamen—Sagan untuk dunia. 

Ini bukan hanya tentang UFO atau alien. Ini tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental: 

Bagaimana kita tahu apa yang benar? Bagaimana kita tidak tertipu? Bagaimana kita membuat keputusan cerdas di dunia yang penuh dengan informasi palsu?

 


1 dari 10