Keputusan yang Mengubah Segalanya (atau Tidak)
Tahun 1981. Kodak, raksasa fotografi yang mendominasi dunia, menghadapi sebuah keputusan penting.
Para insinyur mereka telah mengembangkan sesuatu yang revolusioner: fotografi digital. Mereka tahu—dengan sangat jelas—bahwa teknologi digital akan menggantikan film. Data menunjukkan itu. Tren menunjukkan itu. Logika menunjukkan itu.
Tapi Kodak ragu. Bisnis film mereka sangat menguntungkan. Mengapa mengubah sesuatu yang berhasil? Mengapa mengambil risiko?
Mereka memutuskan untuk menunda. "Kita lihat dulu perkembangannya," kata mereka.
Fast forward ke 2012. Kodak—perusahaan yang namanya identik dengan fotografi—mengajukan kebangkrutan. Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang merangkul digital seperti Canon dan Nikon berkembang pesat. Instagram, aplikasi foto yang baru berusia dua tahun, dijual ke Facebook seharga 1 miliar dolar.
Satu keputusan. Atau lebih tepatnya, satu keputusan yang tidak diambil. Dan semuanya berubah.
Tapi ini bukan tentang Kodak saja.
Penelitian menunjukkan fakta yang mengejutkan:
● 44% pengacara menyesal masuk ke profesi mereka
● Lebih dari 50% guru berhenti dalam empat tahun
● 83% merger korporat gagal menciptakan nilai bagi pemegang saham Kita semua—tanpa kecuali—membuat keputusan buruk. Secara konsisten. Berulang kali. Mengapa?
Bukan karena kita bodoh. Bukan karena kita tidak punya informasi. Tetapi karena otak kita, instrumen yang luar biasa untuk banyak hal, ternyata sangat cacat dalam membuat keputusan.
Chip and Dan Heath, dalam buku "Decisive," mengungkap empat "penjahat" yang mengganggu setiap keputusan kita. Dan yang lebih penting, mereka memberikan sistem sederhana—framework WRAP—untuk membuat keputusan yang jauh lebih baik.
Inilah cerita tentang bagaimana Anda bisa mengalahkan penjahat-penjahat itu. Dan bagaimana satu framework bisa mengubah hidup Anda.