Ukuran teks
18

Tubuh di Gang Gelap

"Itu tubuh," bisikku pada tidak ada siapa-siapa atau pada seseorang di dalam diriku atau pada kehampaan. 

Kalimat pertama itu sederhana. Tapi perhatikan ketidakpastiannya: Pada siapa saya berbicara? Pada diri sendiri? Pada Tuhan? Pada kekosongan? 

Ini adalah awal dari "Death Takes Me"—dan sejak kalimat pertama, Cristina Rivera Garza sudah membuat kita bertanya-tanya: Siapa yang berbicara? 

Bayangkan Anda sedang berlari di malam hari melalui gang-gang gelap kota. Udara dingin. Napas Anda tersendat. Lalu Anda melihatnya: tubuh seorang pria, terbaring di tanah, dimutilasi dengan cara yang mengerikan—alat kelaminnya hilang. 

Dan di dinding bata di sampingnya, ditulis dengan cat kuku warna karang dalam huruf sangat kecil: 

"Waspadalah terhadapku, cintaku / waspadalah terhadap perempuan sunyi di gurun."

Baris dari puisi Alejandra Pizarnik—penyair Argentina yang bunuh diri di tahun 1972. 

Anda melaporkan penemuan ini ke polisi. Anda menjadi saksi pertama. Tapi ketika ditanya, Anda tidak yakin apa yang benar-benar Anda lihat. Apakah itu tubuh? Atau sesuatu yang lain? Dan mengapa ada puisi di dinding? 

Lalu tubuh kedua ditemukan. Kemudian ketiga. Keempat. Semua laki-laki. Semua dikastrasi. Semua disertai baris-baris puisi. 

Kota diselimuti ketakutan. Tapi ketakutan dengan twist: Untuk pertama kalinya, yang takut adalah laki-laki.

Selamat datang di dunia Cristina Rivera Garza—di mana segala sesuatu yang Anda pikir Anda tahu tentang kekerasan, gender, dan bahasa dibalik, dibedah, dan dipaksa untuk dilihat dari sudut yang tidak nyaman. 

Ini bukan novel detektif biasa. Ini adalah eksperimen bahasa tentang kekerasan yang tidak bisa dibicarakan dengan kata-kata biasa. 

Mari kita masuk lebih dalam—jika Anda berani.

 


1 dari 11