Ukuran teks
18

Ketika Mayat Mengacaukan Rencana Pernikahan

Bayangkan ini: Anda sedang merencanakan pernikahan impian Anda. 

Venue sudah dipilih. Bunga sudah dipesan. Menu sudah dirancang dengan hati-hati—kombinasi sempurna antara hidangan tradisional Filipina dan selera modern. Keluarga besar Anda (terlalu besar, jika jujur) sudah excited, sudah ikut campur, sudah punya opini tentang semua detail dari gaun sampai seating arrangement. 

Hidup Anda seharusnya sempurna. Atau setidaknya, sibuk dengan cara yang menyenangkan.

Lalu Anda menemukan mayat. 

Bukan mayat sembarang orang. Tapi seseorang dari masa lalu keluarga Anda—seseorang dengan rahasia, dengan koneksi gelap, dengan alasan untuk dibenci oleh beberapa orang yang Anda kenal. 

Dan tiba-tiba, alih-alih memilih kue pengantin, Anda menyelidiki pembunuhan. Lagi.

Ini adalah kehidupan Lila Macapagal. 

Food blogger. Pemilik cafe bersama bibinya, Tita Rosie. Tunangan dari seorang dokter hewan yang sempurna. Dan—entah bagaimana—detektif amatir yang terus-menerus terseret ke dalam kasus pembunuhan. 

Mia P. Manansala menulis "Death and Dinuguan" sebagai buku ketiga dalam seri Tita Rosie's Kitchen—serangkaian novel misteri yang memadukan pembunuhan dengan makanan Filipina, humor dengan budaya, dan investigasi dengan drama keluarga yang sangat relatable. 

Tapi ini bukan sekadar mystery ringan. Di balik plot pembunuhan yang menegangkan, Manansala mengeksplorasi sesuatu yang lebih dalam: bagaimana rasanya hidup di persimpangan dua budaya, bagaimana keluarga bisa menjadi kekuatan dan beban sekaligus, dan bagaimana makanan menjadi bahasa cinta yang menghubungkan generasi. 

Mari kita masuk ke dunia Shady Palms—kota kecil di Illinois dengan komunitas Filipina yang keras kepala, penuh gossip, dan luar biasa setia.

 


1 dari 10