Wajah di Cermin yang Bukan Milik Anda
Bayangkan Anda sedang scrolling media sosial, lalu tiba-tiba melihat foto seseorang yang persis seperti Anda.
Bukan mirip. Bukan saudara. Tapi identik.
Rambut yang sama. Mata yang sama. Senyum yang sama. Bahkan tanda lahir di tempat yang sama.
Tapi orang itu tinggal di negara bagian yang berbeda. Punya keluarga yang berbeda. Nama yang berbeda. Kehidupan yang sepenuhnya berbeda.
Dan kemudian Anda menyadari kebenaran yang menghancurkan: Anda adalah kembar yang dipisahkan saat bayi.
Selama hampir dua puluh tahun, Anda tidak tahu dia ada. Selama dua dekade, di suatu tempat di Amerika, seseorang dengan DNA yang identik dengan Anda tumbuh, tertawa, menangis, bermimpi—tanpa tahu bahwa Anda ada.
Ini bukan fiksi. Ini adalah kisah nyata Mia dan Alexandra—kembar identik yang lahir di sebuah desa kecil di China, dipisahkan sebagai bayi, diadopsi oleh keluarga Amerika yang berbeda, dan bertemu kembali melalui tes DNA dua puluh tahun kemudian.
Tapi ini bukan cerita dongeng tentang pertemuan ajaib dan happy ending.
Ini adalah kisah kompleks tentang apa yang hilang ketika keluarga dipisahkan oleh kemiskinan dan kebijakan, tentang bagaimana dua anak dengan gen identik bisa menjadi orang yang sangat berbeda, dan tentang pertanyaan yang tidak punya jawaban mudah:
Apa yang membuat kita menjadi diri kita—gen kita atau pengalaman kita?
Barbara Demick, jurnalis pemenang penghargaan yang terkenal dengan buku "Nothing to Envy" tentang Korea Utara, menghabiskan bertahun-tahun meneliti dan mewawancarai keluarga biologis, keluarga adopsi, dan si kembar sendiri untuk menceritakan kisah yang mengharukan dan menggugah ini.
Mari kita mulai dari awal—dari sebuah desa kecil di provinsi Guangdong, China, di mana dua bayi kembar dilahirkan dalam masyarakat yang hanya mengizinkan satu anak.