Ukuran teks
18

Makan Malam yang Mengubah Segalanya

Agustus 2015. Sebuah restoran di New York. Dua teman duduk berhadapan, menikmati makan malam sambil mengobrol santai. 

Ari Meisel—seorang ahli produktivitas yang telah mengalahkan penyakit Crohn yang dianggap tidak bisa disembuhkan—dan Nick Sonnenberg—mantan trader Wall Street yang menghabiskan 8 tahun di dunia trading frekuensi tinggi—sedang membicarakan bisnis. 

Lalu topik bergeser ke asisten virtual. Mereka berdua tahu betapa pentingnya—dan betapa sulitnya—menemukan asisten virtual yang benar-benar membantu. 

"Model yang ada sekarang rusak," kata Nick. "Kamu bisa dapat asisten on-demand untuk tugas sederhana, atau asisten dedicated yang mahal. Tidak ada yang di tengah-tengah." 

Ari mengangguk. "Dan bahkan asisten dedicated sering menjadi bottleneck. Satu orang hanya punya 24 jam sehari. Kalau klien punya berbagai macam tugas dengan skill yang berbeda, satu asisten tidak cukup." 

Mereka berhenti sejenak. Mata mereka bertemu. 

"Tunggu," kata Ari perlahan. "Bagaimana kalau kita buat model baru? Tim kecil asisten yang cocok dengan kebutuhan spesifik klien. Satu klien, satu tim—bukan satu asisten." 

Nick tersenyum. "Itu brilian. Dan kita bisa meluncurkannya sekarang. Minggu ini." "Minggu ini? Maksudmu... besok?" 

"Mengapa tidak?" 

Mereka mulai mencoret-coret di serbet. Business model. Target market. Pricing. Tools yang dibutuhkan. 

Kurang dari 24 jam kemudian, bisnis mereka—Less Doing—sudah live dan menerima klien pertama.

Tidak ada rencana bisnis yang panjang. Tidak ada riset pasar berbulan-bulan. Tidak ada modal awal yang besar. 

Hanya ide yang jelas, eksekusi yang cepat, dan framework yang sudah terbukti: Optimize. Automate. Outsource. 

Ini adalah kisah bagaimana mereka melakukannya—dan bagaimana Anda bisa melakukan hal yang sama.

 


1 dari 11