Pertanyaan yang Mengubah Segalanya
Bayangkan Anda duduk di ruang rapat. Ada masalah besar di tim Anda. Semua orang tahu masalahnya. Tapi tidak ada yang berani mengatakannya.
Anda bisa merasakan ketegangan di ruangan. Orang-orang menghindari kontak mata. Mereka memberikan jawaban yang aman, yang politis, yang tidak akan membuat mereka terlihat buruk.
Anda tahu jika masalah ini tidak dibicarakan sekarang, proyek akan gagal. Anggaran akan membengkak. Deadline akan terlewat. Tapi jika Anda mengangkat masalah ini, Anda akan terlihat seperti pembuat onar. Mungkin menghancurkan hubungan dengan rekan kerja. Mungkin karir Anda yang dipertaruhkan.
Jadi, apa yang Anda lakukan?
Ini bukan skenario hipotetis. Ini terjadi di ruang rapat di seluruh dunia, setiap hari.
Inilah pilihan yang mendefinisikan kepemimpinan:
Apakah Anda akan memilih keberanian atau kenyamanan?
Brené Brown, profesor riset di University of Houston yang menghabiskan lebih dari 20 tahun mempelajari keberanian, kerentanan, rasa malu, dan empati, menemukan sesuatu yang mengejutkan:
Kepemimpinan terbaik tidak datang dari kekuatan, kepercayaan diri yang sempurna, atau memiliki semua jawaban. Kepemimpinan terbaik datang dari keberanian untuk menjadi rentan.
Kedengarannya kontra-intuitif? Ya. Tapi ini didukung oleh data dari ribuan pemimpin di ratusan organisasi.
"Dare to Lead" bukan buku teori. Ini adalah panduan praktis yang lahir dari pertanyaan sederhana yang Brown ajukan kepada para pemimpin:
"Apa yang menghalangi Anda menjadi pemimpin yang lebih berani?"
Jawabannya mengubah segalanya.
Mari kita mulai.