Ukuran teks
18

Pertanyaan dari Taman Bermain

Copenhagen, Denmark. Jessica Alexander, seorang ibu Amerika yang baru pindah ke Denmark, sedang duduk di taman bermain mengawasi putrinya bermain. 

Dia memperhatikan sesuatu yang aneh. 

Anak-anak Denmark memanjat pohon yang sangat tinggi—tinggi yang di Amerika pasti sudah ada tanda "DANGER! DO NOT CLIMB!" 

Dan orang tua Denmark? Mereka duduk santai, ngobrol, minum kopi. Tidak ada yang berteriak "Hati-hati!" setiap lima detik. Tidak ada yang berlari-lari siap menangkap anak yang jatuh. 

Jessica panik. "Anakmu tidak apa-apa naik setinggi itu?" tanyanya pada ibu Denmark di sebelahnya. 

Ibu itu tersenyum. "Dia belajar batasannya sendiri. Kalau kita selalu bilang 'hati-hati,' dia tidak akan belajar menilai risiko sendiri." 

Beberapa menit kemudian, seorang anak terjatuh. Tidak dari pohon—hanya tersandung di tanah. Dia menangis. 

Orang tua Denmark datang, tapi tidak langsung mengangkat dan menenangkan. Dia duduk di samping anak itu dan berkata: "Sakit ya? Di mana yang sakit? Oke, kamu mau istirahat dulu atau mau lanjut main?" 

Anak itu mengusap air matanya, berdiri sendiri, dan lari kembali bermain. 

Jessica terkejut. Ini sangat berbeda dari yang dia lihat di Amerika—di mana orang tua akan langsung panik, mengangkat anak, dan mungkin langsung pulang.

Pertanyaan muncul di kepalanya: "Mengapa anak-anak Denmark terlihat lebih... tangguh? Lebih percaya diri? Lebih bahagia?" 

Dan pertanyaan itu membawanya pada riset yang mengejutkan: 

Denmark secara konsisten masuk sebagai negara paling bahagia di dunia sejak tahun 1973. 

Lebih dari 40 tahun. Generasi demi generasi. Bukan kebetulan. 

Bersama Iben Sandahl, seorang psychotherapist Denmark, Jessica menghabiskan bertahun-tahun meneliti rahasia parenting Denmark. Dan mereka menemukan pola yang konsisten—sebuah pendekatan yang sangat berbeda dari "helicopter parenting" yang dominan di negara-negara lain. 

Hasilnya adalah buku ini: PARENT—akronim untuk enam prinsip yang membuat parenting Denmark unik. 

Mari kita pelajari rahasia membesarkan anak-anak yang tidak hanya sukses, tetapi benar-benar bahagia.

 


1 dari 9