Misteri Produk Teknologi yang Menghilang
Pernahkah Anda melihat produk teknologi yang tampak revolusioner, mendapat liputan media besar-besaran, para early adopter memujinya di mana-mana, tetapi tiba-tiba... menghilang?
Produk yang seharusnya mengubah dunia, malah mati sebelum sempat membuktikan potensinya. Perusahaan yang dimulai dengan buzz luar biasa, malah bangkrut sebelum mencapai keuntungan berkelanjutan.
Ini bukan kebetulan. Ini pola yang terjadi berulang kali di industri teknologi.
Google Glass. Segway. Banyak startup yang mendapat funding jutaan dolar, sukses dengan innovators dan early adopters, tetapi gagal mencapai pasar mainstream.
Mengapa?
Geoffrey A. Moore, seorang konsultan marketing Silicon Valley, menemukan jawabannya. Dalam bukunya yang menjadi klasik, "Crossing the Chasm," ia mengungkap fenomena yang ia sebut sebagai "jurang"—sebuah gap berbahaya antara early market dan mainstream market.
Jurang ini telah membunuh lebih banyak produk teknologi inovatif daripada kompetisi, masalah teknis, atau kurangnya funding.
Dan kebanyakan perusahaan tidak pernah menyadari bahwa mereka sedang jatuh ke dalamnya.
Buku ini, yang awalnya hanya ditargetkan untuk menjual 5.000 kopi, akhirnya terjual lebih dari 300.000 eksemplar—menjadi bible bagi entrepreneur dan marketer teknologi di seluruh dunia.
Ini adalah kisah tentang jurang itu. Tentang mengapa begitu banyak produk gagal di sana. Dan yang paling penting, tentang bagaimana menyeberanginya.