Ukuran teks
18

Misteri yang Mengalir Lintas Generasi

Bayangkan Anda hidup dengan kutukan keluarga yang tidak dapat dijelaskan. 

Bukan kutukan dalam cerita dongeng. Bukan kutukan yang disebutkan dalam kitab kuno. Tapi kutukan nyata yang telah merenggut anggota keluarga Anda, generasi demi generasi, dengan cara yang sama: tenggelam

Kakek Anda tenggelam di sumur dangkal yang airnya hanya setinggi lutut. Paman Anda tenggelam di sungai yang bisa diseberangi sambil berdiri. Sepupu Anda tenggelam di kolam kecil di halaman rumah. 

Mereka semua perenang yang baik. Mereka tahu air. Mereka bukan anak-anak yang ceroboh.

Tapi entah bagaimana, air selalu menemukan cara untuk merenggut mereka. 

Dan yang paling mengerikan: Anda tidak tahu siapa yang akan menjadi korban berikutnya. Anak Anda? Cucu Anda? Atau mungkin... Anda sendiri? 

Inilah realitas yang dihadapi keluarga di jantung "The Covenant of Water"—novel epik Abraham Verghese yang membentang hampir satu abad, mengikuti tiga generasi keluarga Kristen Malayali di Kerala, India Selatan. 

Ini bukan sekadar cerita tentang kutukan. Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah keluarga—dipimpin oleh seorang perempuan luar biasa yang menikah di usia 12 tahun—bertahan melawan takdir, mencari jawaban atas misteri medis yang belum terpecahkan, dan menemukan kekuatan dalam ikatan keluarga yang tidak bisa diputuskan bahkan oleh kematian. 

Abraham Verghese, seorang dokter dan penulis yang karyanya sebelumnya "Cutting for Stone" menjadi bestseller internasional, menciptakan karya masterpiece—sebuah meditasi mendalam tentang cinta, kehilangan, ilmu pengetahuan, dan kekuatan air yang memberi kehidupan sekaligus membawa kematian.

 


1 dari 12