Ukuran teks
18

Krisis yang Mengungkap Kebenaran

15 September 2008. Lehman Brothers—salah satu bank investasi terbesar dan tertua di Amerika—bangkrut. 

Dalam 24 jam, pasar saham global anjlok. Triliunan dollar menguap. Jutaan orang kehilangan pekerjaan. Rumah disita. Dana pensiun lenyap. 

Orang-orang bertanya dengan putus asa: "Bagaimana ini bisa terjadi?" 

Pemerintah dan media memberikan jawaban standar: "Ini tidak terduga. Ini perfect storm. Tidak ada yang bisa memprediksi ini." 

Tapi Robert Kiyosaki—penulis "Rich Dad Poor Dad"—tidak membeli penjelasan itu. 

Dia telah memperingatkan tentang krisis ini bertahun-tahun sebelumnya. Bukan karena dia punya bola kristal. Tapi karena dia memahami sesuatu yang kebanyakan orang tidak tahu: 

Sistem finansial dirancang untuk menguras kekayaan dari kelas menengah dan mengalirkannya ke orang-orang super kaya. 

Ini bukan teori konspirasi dengan topi aluminium foil. Ini adalah fakta yang tersembunyi di depan mata kita—dalam kebijakan pemerintah, sistem pendidikan, dan nasihat finansial "konvensional" yang kita dengar sejak kecil. 

"Sekolah dengan baik, cari kerja aman, nabung uang, beli rumah, investasi di dana pensiun." 

Nasihat ini mungkin bekerja untuk ayah dan kakek Anda. Tapi di dunia setelah 1971—ketika aturan uang berubah secara fundamental—nasihat ini adalah resep untuk menjadi miskin. 

Buku "Conspiracy of the Rich" bukan tentang siapa yang harus disalahkan. Ini tentang memahami aturan baru permainan—dan bagaimana menang dalam permainan itu. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan yang mengubah segalanya.

 


1 dari 8