Ukuran teks
18

Rahasia yang Hampir Mati Bersamaku

Jakarta, 1971. Seorang pria muda Amerika duduk di kantor mewah gedung pencakar langit, memandang kota yang hiruk pikuk di bawahnya. 

Namanya John Perkins. Usia 26 tahun. Baru saja mendapat pekerjaan impian—konsultan ekonomi untuk proyek pembangunan internasional dengan gaji fantastis. 

Tapi ada yang aneh. 

Sebelum mulai bekerja, dia dipanggil ke meeting khusus. Seorang wanita cantik bernama Claudine—yang kemudian dia ketahui adalah NSA (National Security Agency)—memberinya "orientasi" yang tidak biasa. 

"John," kata Claudine sambil menyalakan rokok, "pekerjaan sebenarnya kamu adalah membuat negara-negara di dunia ketiga terjerat utang yang sangat besar sehingga mereka tidak akan pernah bisa membayarnya. Kemudian kita akan meminta mereka: pangkalan militer, suara di PBB, akses ke minyak dan sumber daya alam mereka." 

Perkins terdiam. "Tapi... bukankah kita seharusnya membantu negara-negara ini berkembang?" 

Claudine tersenyum dingin. "Itulah yang akan kamu katakan pada dunia. Itulah yang akan mereka percaya. Tapi kenyataannya? Kamu sedang membangun kerajaan—kerajaan ekonomi terbesar dalam sejarah." 

"Dan jika saya menolak?" 

"Kamu tidak akan menolak, John. Gajimu akan sangat besar. Hidupmu akan sangat nyaman. Dan jika suatu hari kamu ingin bicara..." Claudine menghentikan kalimatnya, tapi implikasinya jelas.

Perkins menerima pekerjaan itu. Dan selama 10 tahun berikutnya, dia menjadi salah satu "economic hit man" paling sukses—membantu menjebak negara-negara di seluruh dunia dalam jerat utang. 

Ini adalah pengakuannya. 

Pengakuan yang pemerintah dan korporasi besar tidak ingin Anda baca.

 


1 dari 11