Ukuran teks
18

Guru Paling Berpengaruh dalam Sejarah

Tahun 343 SM. Seorang pria berusia 40-an berjalan di taman istana Makedonia. Di sampingnya, seorang remaja 13 tahun bertanya tanpa henti tentang segalanya: mengapa langit biru, bagaimana tanaman tumbuh, apa yang membuat pemerintahan yang baik, bagaimana menjadi pemimpin yang bijaksana. 

Pria itu adalah Aristotle—murid terbaik Plato, filsuf paling brilian di Athena.

Remaja itu adalah Alexander—yang akan menjadi Alexander the Great, penakluk dunia kuno. 

Hubungan guru-murid ini mengubah sejarah. Tapi bukan karena Aristotle mengajari Alexander cara menaklukkan. Dia mengajarinya cara berpikir

Aristotle percaya bahwa kebijaksanaan bukan tentang menghafalkan fakta. Kebijaksanaan adalah tentang mengajukan pertanyaan yang tepat dan berpikir jernih tentang jawaban-jawabannya. 

Dan selama 2.300 tahun sejak kematiannya, ide-ide Aristotle telah membentuk cara kita berpikir tentang hampir segalanya: etika, politik, sains, seni, logika, dan apa artinya menjalani kehidupan yang baik. 

Ini bukan ringkasan lengkap dari semua karya Aristotle—itu akan membutuhkan puluhan buku. Ini adalah essensi dari kebijaksanaannya—ide-ide yang masih relevan hari ini, dikemas dalam bahasa yang bisa dipahami siapa saja. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan yang Aristotle anggap paling penting dari semua pertanyaan: 

Apa tujuan hidup manusia?

 


1 dari 10