Gigi Palsu dan Hidup Palsu
Bayangkan Anda berdiri di depan cermin, memasang gigi palsu Anda untuk hari yang baru.
Tidak, bukan gigi asli Anda. Gigi yang sudah dicabut satu per satu—karena pembusukan, karena waktu, karena kehidupan yang menggerus Anda perlahan. Sekarang Anda punya gigi palsu yang sempurna, putih, rata. Terlalu sempurna. Terlalu palsu.
Dan tiba-tiba, sambil memasang gigi itu, Anda menyadari sesuatu yang mengerikan:
Bukan hanya gigi Anda yang palsu. Seluruh hidup Anda palsu.
Rumah suburban Anda yang sempit. Istri yang terus mengomel tentang uang. Anak-anak yang Anda hampir tidak kenal. Pekerjaan sebagai salesman asuransi yang Anda benci. Hipotek yang mencekik. Tagihan yang tidak ada habisnya. Kehidupan yang terasa seperti penjara tanpa jeruji.
Ini adalah George Bowling—protagonis dalam "Coming Up For Air," novel George Orwell yang ditulis tahun 1939, tepat sebelum dunia meledak dalam Perang Dunia II.
George Bowling berusia 45 tahun, gemuk, botak, kehilangan semua gigi aslinya. Dia adalah everyman—orang biasa yang terjebak dalam kehidupan yang tidak pernah dia pilih. Dan suatu hari, dia memutuskan untuk melarikan diri.
Bukan melarikan diri dari istri atau pekerjaan—itu terlalu klise. Dia ingin melarikan diri ke masa lalu. Kembali ke Lower Binfield, desa tempat dia tumbuh, tempat di mana—menurut ingatannya—hidup itu sederhana, indah, dan bebas.
Tapi apa yang dia temukan di sana akan menghancurkan semua ilusinya.
"Coming Up For Air" adalah novel tentang nostalgia yang berbahaya, tentang masa lalu yang tidak bisa dikembalikan, dan tentang masa depan yang menakutkan. Ditulis tepat sebelum perang, novel ini adalah teriakan terakhir seseorang yang tahu badai mendekat—dan tidak ada tempat untuk bersembunyi.