Ukuran teks
18

Seekor Gagak di Pagi Hari

Bayangkan ini: Pagi masih gelap. Kopi di tangan masih mengepulkan uap. Anda berdiri di dekat jendela dapur, memandang ke halaman belakang yang mulai menyingsing cahaya fajar. 

Lalu Anda melihatnya—seekor gagak hitam besar hinggap di cabang pohon ek tua. Dia tidak melakukan apa-apa yang spektakuler. Hanya duduk di sana, kepala bergerak ke kiri dan kanan, memperhatikan dunia yang bangun. 

Kebanyakan orang akan kembali ke kopi mereka. Kembali ke ponsel. Kembali ke daftar tugas yang menunggu. 

Tapi Margaret Renkl berhenti. Dia memperhatikan. 

Dan dalam perhatian itu—dalam kesediaan untuk benar-benar melihat seekor gagak di pagi hari—dia menemukan sesuatu yang kita semua butuhkan tapi jarang kita temukan: penghiburan

"The Comfort of Crows" bukanlah buku tentang burung, meskipun burung ada di setiap halamannya. Ini bukan buku tentang berkebun, meskipun kebun adalah tempatnya. Ini juga bukan sekadar memoir, meskipun penuh dengan kenangan tentang orang-orang yang dicintai. 

Buku ini adalah tentang sesuatu yang lebih fundamental: Bagaimana kita bertahan di dunia yang terus berubah dan penuh kehilangan. 

Dan jawabannya, Renkl menemukan, ada di hal-hal kecil yang sering kita lewatkan—burung gagak di pagi hari, kupu-kupu di taman, suara anak-anak tertawa di jarak jauh, kenangan ibumu memasak di dapur. 

Di tengah kematian orang tua, perubahan iklim yang mengkhawatirkan, dan dunia yang terasa semakin terpecah—Renkl menemukan bahwa penghiburan sejati datang dari memperhatikan

Mari kita pelajari bagaimana.

 


1 dari 10