Pesan yang Mengubah Sejarah
16 Januari 1917. Seorang pegawai di British Room 40—departemen rahasia pemecah kode Inggris—menatap selembar kertas dengan tangan gemetar.
Di hadapannya adalah telegram yang baru didekripsi. Telegram dari Menteri Luar Negeri Jerman, Arthur Zimmermann, kepada duta besar Jerman di Meksiko.
Isinya mengejutkan: Jerman mengajak Meksiko untuk menyerang Amerika Serikat. Sebagai imbalan, Meksiko akan mendapat kembali Texas, New Mexico, dan Arizona setelah Jerman menang perang.
Telegram ini—yang kemudian dikenal sebagai Zimmermann Telegram—akan mengubah jalannya Perang Dunia I. Dalam beberapa bulan, Amerika Serikat yang tadinya netral masuk perang di pihak Sekutu. Dan sisanya adalah sejarah.
Tapi inilah yang menarik: telegram itu dikirim dalam kode rahasia yang Jerman yakini tidak bisa dipecahkan. Mereka salah.
Dan kesalahan itu mengubah dunia.
Ini adalah kekuatan kriptografi—ilmu membuat dan memecahkan kode rahasia. Selama ribuan tahun, kode telah menentukan hasil perang, menggulingkan raja, menyelamatkan nyawa, dan mengubah sejarah.
Simon Singh, seorang fisikawan dan penulis sains berbakat, menghabiskan bertahun-tahun meneliti kisah-kisah dramatis di balik kode-kode yang membentuk peradaban kita.
"The Code Book" bukan buku teks tentang matematika enkripsi. Ini adalah thriller sejarah tentang pertempuran ribuan tahun antara mereka yang membuat kode (codemakers) dan mereka yang memecahkannya (codebreakers).
Mari kita mulai dari awal.