Ukuran teks
18

Malam yang Mengubah Segalanya

Malam itu, Ethan Kross—profesor psikologi di University of Michigan—menerima ancaman pembunuhan yang serius. 

Seorang pasien yang pernah dia wawancara untuk penelitian menjadi terobsesi padanya. Email-email yang mengerikan. Ancaman terhadap keluarganya. Polisi harus dilibatkan. Pengamanan harus ditingkatkan di rumahnya. 

Tapi yang paling mengerikan bukan ancaman itu sendiri. 

Yang paling mengerikan adalah apa yang terjadi di dalam kepalanya.

Setiap malam, saat mencoba tidur, pikirannya berputar tanpa henti: 

"Bagaimana jika dia benar-benar datang? Bagaimana jika aku tidak bisa melindungi keluargaku? Apa yang akan terjadi pada anak-anakku? Kenapa ini terjadi padaku? Aku seharusnya lebih hati-hati. Ini salahku. Apa yang akan terjadi besok? Dan lusa? Dan..." 

Putaran pikiran yang sama, berulang-ulang, seperti kaset rusak yang tidak bisa berhenti. 

Dia tidak bisa fokus di pekerjaan. Tidak bisa hadir untuk keluarganya. Tidak bisa tidur. Setiap suara kecil di malam hari membuatnya terbangun dengan panik. 

Ironisnya? Kross adalah ahli tentang pikiran manusia. Dia telah menghabiskan puluhan tahun meneliti bagaimana orang berpikir tentang dirinya sendiri. Tapi ketika krisis datang, pengetahuannya seolah tidak berguna. 

Atau... mungkin? 

Akhirnya, dia mulai menerapkan tools dari penelitiannya sendiri. Perlahan-lahan, dia menemukan kembali kontrolnya. Suara di kepalanya tidak hilang—tapi dia belajar mengendalikannya alih-alih dikontrol olehnya.

Pengalaman ini membuatnya menulis "Chatter"—buku yang mengungkap salah satu masalah paling universal namun paling diabaikan dalam hidup kita: 

Suara di kepala kita sendiri. 

Suara yang kadang membantu kita memecahkan masalah, kadang menghancurkan kita dari dalam. 

Mari kita pahami apa sebenarnya yang terjadi.

 


1 dari 8