Satu Pikiran yang Mengubah Segalanya
Tahun 1960-an. Seorang pemuda berusia 21 tahun berdiri di jalanan New York, mengenakan pakaian compang-camping, tidur di bangku taman, mencari pekerjaan apa saja yang bisa dia dapatkan.
Tidak punya pendidikan tinggi. Tidak punya uang. Tidak punya koneksi. Hanya punya mimpi yang samar bahwa hidup seharusnya lebih baik dari ini.
Dia mengambil pekerjaan apa pun—buruh cuci piring, buruh konstruksi, tukang bersih-bersih. Pekerjaan kasar dengan bayaran minimum. Setiap hari adalah perjuangan untuk bertahan hidup.
Lalu suatu hari, dia membaca sebuah kalimat yang mengubah segalanya:
"Kamu menjadi apa yang kamu pikirkan hampir sepanjang waktu."
Satu kalimat sederhana. Tapi dampaknya seperti petir.
Jika itu benar—jika dia benar-benar menjadi apa yang dia pikirkan—maka dia telah memikirkan hal yang salah. Dia telah memprogram dirinya untuk kegagalan dengan terus berpikir tentang keterbatasannya, masalahnya, dan alasan mengapa dia tidak bisa sukses.
Bagaimana jika dia mengubah itu? Bagaimana jika dia mulai berpikir seperti orang sukses berpikir?
Pemuda itu mulai bereksperimen dengan pikirannya sendiri. Dia membayangkan dirinya sukses. Dia mempelajari bagaimana orang kaya berpikir. Dia mengubah percakapan internal dalam kepalanya dari "Saya tidak bisa" menjadi "Bagaimana caranya?"
Lima tahun kemudian, dia menjadi salesman terbaik di perusahaannya. Sepuluh tahun kemudian, dia menjadi eksekutif di perusahaan multinasional. Dua puluh tahun kemudian, dia menjadi jutawan yang memiliki bisnis sendiri.
Pemuda itu adalah Brian Tracy—dan buku "Change Your Thinking, Change Your Life" adalah kristalisasi dari perjalanan transformasi itu.
Inilah premis radikal namun terbukti dari buku ini:
Anda tidak terjebak dengan hidup yang Anda miliki sekarang. Anda tidak ditentukan oleh masa lalu Anda. Satu-satunya hal yang menentukan masa depan Anda adalah cara Anda berpikir hari ini.
Ubah pikiran Anda, dan Anda akan mengubah hidup Anda.
Mari kita pelajari bagaimana caranya.