Pertanyaan yang Mengubah Hidup
Robert Kiyosaki berusia 9 tahun ketika dia pertama kali menyadari ada sesuatu yang berbeda antara ayahnya dan ayah temannya yang dia panggil "Rich Dad."
Suatu hari, kedua ayah ini memberikan nasihat yang bertentangan tentang hal yang sama.
Poor Dad (ayah kandungnya) berkata: "Belajar yang rajin, dapat nilai bagus, lalu cari pekerjaan yang aman dengan gaji tetap dan benefit bagus."
Rich Dad (ayah temannya) berkata: "Belajar yang rajin, bangun sistem, dan rekrut orang pintar untuk bekerja untukmu."
Satu ayah menghabiskan hidupnya bekerja untuk uang. Ayah lain membuat uang bekerja untuknya.
Satu ayah berkata, "Saya tidak mampu membelinya." Ayah lain berkata, "Bagaimana saya bisa membelinya?"
Satu kalimat menutup diskusi. Kalimat lain membuka kemungkinan.
Bertahun-tahun kemudian, ketika Robert dewasa, dia melihat hasil dari dua filosofi ini:
Poor Dad—seorang profesor dengan gelar PhD, pekerja keras, disiplin—pensiun dengan pensiun pas-pasan dan tagihan medis yang menguras tabungan. Stres tentang uang sampai hari terakhir hidupnya.
Rich Dad—dropout sekolah menengah, pengusaha—meninggalkan warisan jutaan dolar untuk keluarga dan yayasan amal. Bebas secara finansial di usia 40-an.
Apa perbedaannya?
Bukan kecerdasan. Bukan kerja keras. Bahkan bukan keberuntungan.
Perbedaannya adalah di kuadran mana mereka menghasilkan uang.
Dan di sinilah perjalanan kita dimulai—memahami Cashflow Quadrant dan bagaimana memindahkan diri Anda dari kuadran yang menjebak ke kuadran yang membebaskan.