Ketika Otak Bicara Lebih Jujur daripada Mulut
Anda baru saja membeli sepatu olahraga baru seharga jutaan rupiah. Ketika teman bertanya mengapa Anda memilih merek itu, Anda dengan yakin menjawab: "Karena kualitasnya bagus, teknologi solinya canggih, dan harganya masuk akal."
Tapi apakah itu alasan sebenarnya?
Martin Lindstrom, seorang ahli marketing terkemuka, menghabiskan tiga tahun dan 7 juta dolar AS untuk menjawab pertanyaan sederhana namun fundamental: Mengapa kita membeli apa yang kita beli?
Hasilnya mengejutkan: 90% keputusan pembelian kita dibuat oleh pikiran bawah sadar. Sepuluh persen sisanya? Itu hanya rasionalisasi yang kita buat untuk membenarkan apa yang sudah diputuskan otak kita tanpa kita sadari.
Dengan melibatkan 2.000 partisipan dari lima negara, Lindstrom menggunakan teknologi pemindaian otak paling canggih—fMRI dan SST—untuk mengintip langsung ke dalam otak konsumen saat mereka melihat iklan, logo, produk, dan brand.
Yang ia temukan menghancurkan hampir semua yang kita yakini tentang marketing dan perilaku konsumen.
Peringatan kesehatan di bungkus rokok? Ternyata justru meningkatkan keinginan merokok. Seks dalam iklan? Tidak menjual produk—malah mengalihkan perhatian. Product placement di film? Hampir semuanya tidak efektif.
Selamat datang di dunia Buyology—ilmu tentang mengapa kita membeli. Bersiaplah untuk mempertanyakan setiap keputusan pembelian yang pernah Anda buat.