Dua Ayah, Dua Nasihat yang Berbeda
Robert Kiyosaki punya dua ayah.
Ayah Kandung—seorang profesor, PhD, kepala departemen pendidikan di Hawaii. Bekerja keras setiap hari. Gaji besar. Rumah bagus. Tapi selalu khawatir tentang uang. Selalu bilang: "Belajar yang rajin, dapat nilai bagus, lalu cari pekerjaan yang aman dengan benefit yang baik."
Ayah Teman (Rich Dad)—pengusaha yang hanya lulus SMA. Memiliki berbagai bisnis. Bekerja keras di awal, tapi kemudian sistemnya bekerja untuknya. Tidak khawatir tentang uang. Selalu bilang: "Sekolah itu penting, tapi jangan bekerja untuk uang. Buat uang bekerja untuk kamu."
Dua orang pintar. Dua filosofi yang sangat berbeda.
Ayah kandungnya pensiun dengan pensiun profesor yang layak—tapi tidak cukup untuk hidup nyaman tanpa khawatir. Ketika tagihan medis datang, uangnya terkuras.
Rich Dad-nya pensiun kaya. Bisnisnya terus menghasilkan uang meskipun dia tidak lagi bekerja aktif setiap hari. Ketika dia meninggal, keluarganya diwariskan sistem yang terus menghasilkan pendapatan.
Perbedaannya bukan pada seberapa keras mereka bekerja. Keduanya pekerja keras.
Perbedaannya adalah di kuadran mana mereka menghasilkan uang.
Fast forward ke 2021. Kiyosaki duduk di sebuah kafe di Phoenix, Arizona. Di sebelahnya duduk seorang pria muda—lulusan universitas top, gelar master, bekerja di perusahaan Fortune 500 selama 5 tahun.
"Saya melakukan semua yang orang tua saya suruh," kata pria itu. "Nilai bagus. Universitas bagus. Pekerjaan bagus. Tapi saya hampir tidak bisa bayar cicilan student loan saya. Saya
tidak bisa beli rumah. Saya tidak punya tabungan. Dan setiap kali saya dapat raise, pajak makan sebagian besar kenaikan itu. Apa yang salah?"
Kiyosaki tersenyum—senyum yang pahit. Karena dia mendengar cerita yang sama dari ribuan orang.
Apa yang salah? Sistemnya.
Sistem yang dirancang untuk era industrial—di mana Anda belajar, dapat pekerjaan, bekerja 40 tahun, lalu pensiun dengan pensiun yang bagus—sudah usang.
Di abad ke-21, sistem lama itu tidak bekerja lagi. Pensiun tidak menjamin kenyamanan. Pekerjaan "aman" tidak ada lagi. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, generasi muda mungkin akan lebih miskin dari orang tua mereka—meskipun lebih berpendidikan.
Tapi ada harapan. Ada model bisnis baru yang sempurna untuk abad ke-21. Model yang tidak memerlukan modal besar. Tidak memerlukan gelar khusus. Tidak memerlukan pengalaman bisnis sebelumnya.
Model yang Kiyosaki sebut "The Perfect Business for the 21st Century."
Mari kita mulai.