Pertanyaan yang Mengubah Segalanya
Lihat ke atas malam ini.
Bintang-bintang yang Anda lihat sudah mengirim cahaya mereka jutaan tahun yang lalu—sebelum nenek moyang Anda lahir, sebelum piramida dibangun, bahkan sebelum dinosaurus ada.
Setiap kali Anda melihat bintang, Anda sedang melihat masa lalu.
Sekarang ajukan pertanyaan yang lebih dalam:
Dari mana semua ini berasal? Apakah ada awal? Apakah akan ada akhir? Mengapa hukum alam seperti ini dan bukan yang lain? Apakah waktu itu nyata atau hanya ilusi? Bisakah kita melakukan perjalanan waktu?
Untuk sebagian besar sejarah manusia, pertanyaan-pertanyaan ini adalah domain agama dan filsafat. Tapi di abad ke-20, sains mulai memberikan jawaban—jawaban yang lebih aneh, lebih indah, dan lebih mengejutkan daripada yang pernah kita bayangkan.
Stephen Hawking—fisikawan jenius yang terkurung dalam tubuh yang lumpuh oleh penyakit ALS, yang berkomunikasi melalui komputer dengan suara robotik—menghabiskan hidupnya mencoba menjawab pertanyaan terbesar tentang alam semesta.
Dan pada tahun 1988, dia menulis buku yang akan mengubah cara jutaan orang memahami kosmos: "A Brief History of Time."
Buku ini bukan textbook fisika. Ini adalah undangan—untuk semua orang, tanpa latar belakang matematika atau sains—untuk memahami bagaimana alam semesta bekerja.
Dan pesan utamanya sederhana tapi profound:
Kita hidup di alam semesta yang dapat dipahami. Dan memahaminya adalah salah satu pencapaian terbesar kemanusiaan.