Tuhan Berbisik Melalui Celah di Wallpaper
Bayangkan Anda lahir di tahun 1946, tepat setelah Perang Dunia II berakhir. Ayah Anda baru pulang dari New Guinea dan Filipina—secara emosional hancur, menderita migrain akibat malaria, dan tidak lagi orang yang sama sebelum perang.
Anda tumbuh di kompleks perumahan yang dikutuk—bangunan yang sudah ditandai untuk dihancurkan. Tetangga menghilang di tengah malam. Tikus-tikus berlarian di rumah sebelah. Anak-anak batuk darah karena penyakit paru-paru. Keluarga Anda pindah 11 kali dalam empat tahun pertama hidup Anda—diusir dari satu bangunan tua yang runtuh ke bangunan lain yang lebih buruk.
Anda sakit-sakitan. Dikarantina berkali-kali karena penyakit menular. Terlalu kurus. Terlalu lemah.
Tapi ada satu hal yang tidak pernah sakit: Imajinasi Anda.
Di tengah kemiskinan dan kehancuran, Anda—kapten dari pasukan adik-adik yang setia—menciptakan dunia sendiri. Anda berbicara dengan raja kura-kura. Anda mencari koin perak yang sakral. Anda melawan penindas dengan keberanian yang hanya ada dalam dongeng Irlandia yang Anda baca hingga halaman-halamannya lusuh.
Dan suatu hari, ketika Anda berusia 15 tahun, malaikat memberi Anda porsi baru: Anda menemukan penyair Prancis Arthur Rimbaud. Dan segalanya berubah.
Ini adalah awal cerita Patti Smith—wanita yang akan menjadi "nenek dari punk rock," yang akan menulis lagu "Because the Night," yang akan meninggalkan ketenaran di puncak karir untuk cinta, dan yang akan kehilangan hampir semua orang yang dicintainya—namun tetap berdiri, tetap menulis, tetap hidup.
"Bread of Angels"—Roti Malaikat—adalah tentang kebaikan yang tidak terduga yang menyelamatkan kita di saat paling lapar. Tentang bagaimana seni, cinta, dan imajinasi membuat hidup yang hancur menjadi indah.
Mari masuk ke dunia Patti Smith—dunia di mana Tuhan berbisik melalui celah di wallpaper, dan malaikat memberi roti tepat ketika kita hampir menyerah.