Ukuran teks
18

Sebuah Buku yang Terasa Seperti Pelukan

Bayangkan Anda sedang di hari terburuk Anda. Lelah. Sendiri. Merasa tidak cukup. Dunia terasa terlalu berat. 

Lalu seseorang duduk di samping Anda. Tidak menghakimi. Tidak memberi solusi instan. Hanya duduk. Dan berkata dengan lembut: 

"Kamu sudah melakukan yang terbaik. Dan itu cukup." 

Itulah rasanya membaca "The Boy, the Mole, the Fox and the Horse." 

Buku ini bukan novel dengan plot rumit. Bukan self-help dengan 10 langkah menuju kesuksesan. Ini adalah sesuatu yang jauh lebih sederhana dan, justru karena itu, jauh lebih dalam. 

Ini adalah percakapan. 

Percakapan antara seorang anak laki-laki yang merasa tersesat, seekor tikus tanah yang suka kue, seekor rubah yang terluka, dan seekor kuda yang bijak. Mereka berjalan bersama melalui lanskap yang indah namun kadang menantang, berbagi ketakutan terbesar mereka dan penemuan terpenting mereka tentang kerentanan, kebaikan, harapan, persahabatan, dan cinta. 

Charlie Mackesy, seorang seniman Inggris, mulai membuat sketsa dan tulisan ini di jurnal pribadinya—percakapan dengan bagian-bagian berbeda dari dirinya sendiri dalam menghadapi keraguan, ketakutan, dan pencarian makna. Ketika dia mulai membagikannya di Instagram, sesuatu yang ajaib terjadi. 

Jutaan orang di seluruh dunia merasakan hal yang sama: "Ini persis seperti yang saya rasakan, tapi tidak pernah bisa saya ungkapkan."

Buku ini telah terjual lebih dari 2 juta eksemplar. Diterjemahkan ke 20+ bahasa. Menjadi bestseller nomor satu terlama di Sunday Times. Difilmkan dan memenangkan Oscar untuk Best Animated Short Film 2023. 

Tapi lebih dari semua pencapaian itu, buku ini telah menjadi teman bagi orang-orang yang membutuhkan pengingat lembut bahwa mereka tidak sendiri. 

Mari kita masuk ke dalam percakapan ini.

 


1 dari 8