Ukuran teks
18

Anak yang Tidak Seharusnya Ada

Bayangkan hidup di negara di mana keberadaan Anda adalah kejahatan.

Tidak seperti kejahatan karena Anda mencuri. Atau membunuh. Atau menipu.

Tapi kejahatan karena Anda dilahirkan. 

Di Afrika Selatan era apartheid, ada hukum yang disebut Immorality Act—hukum yang melarang hubungan seksual antara orang kulit putih dan kulit hitam. Pelanggaran bisa dihukum lima tahun penjara. 

Trevor Noah lahir tahun 1984. Ibunya, Patricia Nombuyiselo Noah, adalah wanita Xhosa kulit hitam. Ayahnya, Robert, adalah pria Swiss kulit putih. 

Hubungan mereka ilegal. Pernikahan mereka tidak mungkin. Dan anak mereka—Trevor—adalah bukti hidup dari kejahatan. 

"Saya adalah bukti hidup dari kejahatan seksual," tulis Trevor. "Di setiap tempat umum, keberadaan saya adalah skandal." 

Ketika bayi, Trevor tidak bisa jalan-jalan dengan kedua orangtuanya sekaligus. Terlalu berbahaya. Polisi bisa menangkap mereka. Jadi ayahnya berjalan di seberang jalan, berpura-pura tidak mengenal mereka. Ibunya berjalan dengannya, tapi harus berpura-pura dia adalah baby-sitter untuk anak orang lain. 

Di gereja, ketika pendeta meminta bayi dibawa ke depan untuk diberkati, ibunya tidak bisa. Terlalu banyak pertanyaan. Terlalu banyak mata yang melihat. 

Trevor tumbuh sebagai rahasia. Tidak bisa keluar rumah saat siang hari. Kalau ada orang datang, dia harus bersembunyi. Selama bertahun-tahun, rumah adalah dunia satu-satunya. 

Tapi ibunya punya rencana. Rencana yang jauh lebih besar dari sekadar bertahan hidup.

Dan semua dimulai dengan satu keputusan radikal: dia akan memilih sendiri siapa dia ingin menjadi. 

Mari kita mulai dari awal.

 


1 dari 11