Pertanyaan yang Tidak Nyaman
"Saya tidak punya cukup uang untuk membeli buku."
Berapa kali Anda mendengar kalimat ini? Atau lebih jujur—berapa kali Anda mengucapkannya?
Tapi di tangan yang sama yang mengatakan "buku terlalu mahal," ada sebungkus rokok seharga 30 ribu. Di meja ada segelas kopi kafe 45 ribu. Di saku ada struk belanja impulsif 200 ribu untuk barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.
George Orwell—penulis yang sama yang menulis "1984" dan "Animal Farm"—punya masalah dengan kemunafikan ini.
Tahun 1946, dia menulis esai pendek yang menusuk: "Books v. Cigarettes" (Buku vs Rokok).
Bukan esai filosofis yang panjang lebar. Bukan khotbah moral tentang betapa mulianya membaca. Ini adalah perhitungan matematika sederhana yang membongkar mitos paling persisten tentang membaca:
Bahwa buku itu mahal.
Orwell melakukan sesuatu yang brilian: dia menghitung berapa banyak dia menghabiskan uang untuk buku dalam setahun, lalu membandingkannya dengan berapa banyak rata-rata orang menghabiskan uang untuk rokok.
Hasilnya? Mengejutkan. Memalukan. Dan sangat relevan sampai hari ini.
Mari kita masuk ke dalam pikiran Orwell—dan mari kita jujur tentang di mana uang kita benar-benar pergi.