Ukuran teks
18

Dua Diri dalam Satu Tubuh

Bayangkan Anda adalah seorang penulis. Orang mengenal Anda dari novel-novel yang telah dibaca jutaan orang. Mereka pikir mereka tahu siapa Anda. 

Tapi ada rahasia yang penulis tahu—rahasia yang pembaca tidak selalu sadari: 

"Setiap penulis setidaknya adalah dua makhluk: yang satu hidup, dan yang satu menulis." 

Yang satu pergi ke toko beli susu. Yang satu menghadiri pesta. Yang satu menjawab pertanyaan wartawan dengan sopan. 

Yang lain duduk sendirian di ruangan gelap, mendengar suara-suara dari dunia yang tidak ada, menulis tentang masa depan distopia di mana perempuan tidak punya nama, hanya fungsi. 

Margaret Atwood—penulis The Handmaid's Tale, pemenang Booker Prize dua kali, ikon feminis global—menghabiskan 85 tahun hidup sebagai dua orang ini. Dan di usia yang tidak lagi muda, dia akhirnya menulis memoar. 

Tapi bukan memoar biasa. 

Dia menolak tiga kali sebelum akhirnya setuju. "Saya menulis satu buku. Membosankan. Menulis buku kedua. Tetap membosankan. Buku ketiga—masih membosankan sekali." 

Jadi dia memutuskan: Jika dia harus menulis memoar, dia akan menulis dengan caranya sendiri. Bukan kronologi rapi dari lahir sampai sekarang. Bukan pengakuan dramatis atau terapi publik. 

Tapi peta dari banyak diri yang dia jalani—gadis kecil yang menangkap serangga di hutan Quebec, penyair muda yang mencetak bukunya sendiri dengan tangan, novelis yang menulis di Berlin Timur tahun 1980-an sambil merasakan kedinginan totalitarianisme, aktivis yang berjuang untuk hak penulis, dan perempuan yang mencintai pria charismatic selama hampir 50 tahun. 

Book of Lives: A Memoir of Sorts adalah kisah tentang bagaimana hidup menjadi seni—dan bagaimana seni mengubah hidup menjadi sesuatu yang lebih besar.

 


1 dari 10