Wanita Tua dan Simpanse yang Mengubah Dunia
Juli 1960. Hutan Gombe, Tanzania.
Seorang wanita muda berusia 26 tahun duduk sendiri di tepi sungai, memperhatikan sekelompok simpanse dari kejauhan. Dia tidak punya gelar PhD. Tidak punya pelatihan formal dalam primatologi. Bahkan tidak punya ijazah universitas.
Yang dia punya hanyalah keingintahuan yang luar biasa, kesabaran yang tidak terbatas, dan sesuatu yang akan mengubah sains selamanya: keyakinan bahwa simpanse adalah individu dengan kepribadian, emosi, dan pikiran mereka sendiri.
Nama wanita itu? Jane Goodall.
Suatu hari, dia melihat sesuatu yang mengejutkan dunia sains: seekor simpanse bernama David Greybeard menggunakan ranting untuk menangkap rayap dari sarangnya. Lalu dia memodifikasi ranting itu—melepaskan daunnya—untuk membuatnya lebih efektif.
Simpanse membuat alat.
Sampai saat itu, manusia mendefinisikan diri mereka sebagai "pembuat alat." Itu yang membedakan kita dari hewan. Tapi David Greybeard membuktikan kita salah.
Ketika Jane melaporkan temuannya ke mentornya, Louis Leakey, dia mendapat respon yang akan menjadi terkenal: "Now we must redefine tool, redefine Man, or accept chimpanzees as humans."
Penemuan itu meluncurkan karir Jane yang akan berlangsung enam dekade—mengubah cara kita memahami hewan, alam, dan diri kita sendiri.
Fast forward ke 2020. Dunia dalam krisis.
Pandemi COVID-19 mengunci miliaran orang di rumah. Kebakaran hutan melanda Amazon dan Australia. Spesies punah dengan kecepatan yang belum pernah terjadi. Perubahan iklim mengancam peradaban kita. Polarisasi politik memecah masyarakat.
Dan di tengah semua ini, Jane Goodall—sekarang berusia 86 tahun, yang biasanya bepergian 300 hari setahun untuk berbicara tentang konservasi—terkunci di rumah masa kecilnya di Inggris.
Douglas Abrams, penulis dan editor, menghubunginya dengan pertanyaan sederhana namun mendesak:
"Jane, bagaimana Anda tetap punya harapan?"
Percakapan mereka menjadi buku ini—"The Book of Hope."
Ini bukan buku tentang optimisme naif yang mengabaikan kenyataan pahit. Ini adalah buku tentang harapan yang dilahirkan dari pengalaman, data, dan kebijaksanaan 60 tahun mengamati kehidupan.
Jane tidak menawarkan jaminan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Yang dia tawarkan adalah sesuatu yang lebih powerful: empat alasan kuat mengapa kita bisa—dan harus—tetap punya harapan.
Mari kita mulai.