Ukuran teks
18

Pertarungan yang Tidak Perlu Anda Ikuti

Tahun 2012. Sebuah ruang rapat di markas besar perusahaan teknologi Malaysia. 

CEO duduk dengan kepala tertunduk, menatap laporan keuangan kuartal terakhir. Angka-angka merah di mana-mana. Margin keuntungan menyusut. Kompetitor memotong harga. Mereka memotong harga lebih rendah lagi. Kompetitor memotong lagi. Spiral tanpa akhir. 

"Kita harus potong biaya lebih banyak," kata CFO. "Atau kita bangkrut." 

"Kita sudah potong sampai ke tulang," sahut COO. "Tidak ada lagi yang bisa dipotong tanpa menghancurkan kualitas." 

"Kalau begitu kita harus bersaing lebih agresif," kata VP Sales. "Lebih banyak promo. Lebih banyak diskon. Lebih—" 

"STOP!" 

Suara itu datang dari sudut ruangan. Seorang konsultan yang baru mereka hire, membawa buku bersampul biru. "Blue Ocean Strategy" oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne. 

"Anda semua sedang tenggelam di Red Ocean—lautan merah yang penuh dengan darah kompetisi. Setiap perusahaan di industri Anda bertarung untuk market share yang sama, dengan produk yang sama, melayani customer yang sama." 

Dia membuka buku itu. 

"Tapi ada cara lain. Blue Ocean—lautan biru yang belum terjamah, di mana kompetisi tidak relevan karena Anda menciptakan ruang pasar yang baru." 

Seorang direktur skeptis. "Kedengarannya bagus di teori. Tapi bagaimana praktiknya? Bagaimana kami benar-benar berpindah dari Red Ocean ke Blue Ocean?"

Konsultan tersenyum. "Itulah mengapa mereka menulis buku kedua." 

Dan dia meletakkan buku lain: "Blue Ocean Shift". 

Dua belas tahun setelah "Blue Ocean Strategy" mengubah cara dunia berpikir tentang strategi bisnis, Kim dan Mauborgne kembali dengan panduan praktis: bagaimana benar-benar melakukan Blue Ocean Shift. 

Bukan hanya teori. Bukan hanya inspirasi. Tapi proses langkah-demi-langkah yang telah digunakan perusahaan dari berbagai industri—dari startup hingga korporasi multinasional, dari sektor profit hingga nonprofit—untuk menemukan Blue Ocean mereka. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 9