Ukuran teks
18

Patung yang Tidak Terlihat Benar

September 1983. Seorang pedagang seni bernama Gianfranco Becchina mendatangi Museum J. Paul Getty di California dengan tawaran yang menggiurkan. 

Dia membawa patung marmer—sebuah kouros, patung Yunani kuno yang menggambarkan pemuda telanjang dengan kaki kiri di depan dan tangan di samping. Hanya sekitar 200 kouros yang masih ada di dunia, dan kebanyakan ditemukan dalam kondisi rusak atau serpihan. Tapi yang satu ini? Hampir sempurna. 

Harganya: 10 juta dolar AS. 

Getty tidak main-main. Mereka mengambil patung itu sebagai pinjaman dan memulai investigasi menyeluruh selama 14 bulan. Tim ahli memeriksa setiap detail: 

● Ahli geologi menggunakan mikroskop stereo resolusi tinggi untuk menganalisis marmer. Hasilnya: marmer dolomit dari tambang kuno Thasos. 

● Lapisan kalsit pada permukaan patung—yang hanya terbentuk setelah ribuan tahun. Tampaknya autentik. 

● Dokumen legal yang melacak kepemilikan patung sejak tahun 1930-an. Semuanya tampak sah. 

Setelah 14 bulan penyelidikan yang cermat, Getty puas. Mereka membeli patung itu. Kouros dipajang dengan bangga di museum. 

Tapi ada masalah. 

Federico Zeri, sejarawan seni Italia yang duduk di dewan Getty, melihat patung itu untuk pertama kalinya. Dalam sekejap, sesuatu terasa salah. Dia tidak bisa menjelaskannya, tapi matanya terus tertuju pada kuku jari patung. Ada sesuatu yang... aneh. 

Evelyn Harrison, ahli patung Yunani terkemuka, juga dipanggil untuk melihatnya. Begitu matanya menangkap patung itu, dia merasakan "penolakan intuitif." Patung itu tampak... segar. Terlalu bersih. Tidak seperti sesuatu yang telah terkubur di tanah selama 2.000 tahun.

Thomas Hoving, mantan direktur Metropolitan Museum of Art di New York, mengunjungi studio konservasi Getty. Dia selalu mencatat kata pertama yang muncul di kepalanya ketika melihat sesuatu yang baru. 

Kata itu: "Fresh." 

"Fresh" bukanlah reaksi yang tepat untuk patung berusia dua ribu tahun. Hoving kemudian menyadari mengapa: "Saya pernah menggali di Sisilia, di mana kami menemukan potongan-potongan benda seperti ini. Mereka tidak keluar dari tanah terlihat seperti itu. Kouros ini terlihat seperti baru saja dicelupkan ke dalam caffè latte terbaik dari Starbucks." 

Hoving berbalik ke kurator Getty. "Apakah Anda sudah membayar ini?" 

"Jika belum, jangan." 

Getty khawatir. Mereka mengadakan simposium khusus di Yunani, mengundang para ahli patung senior negara itu. 

Reaksinya lebih kuat lagi. George Despinis, kepala Museum Acropolis di Athena, berkata dengan tegas: "Siapa pun yang pernah melihat patung keluar dari tanah bisa tahu bahwa benda ini tidak pernah berada di dalam tanah." 

Dalam beberapa tahun kemudian, kebenaran terungkap: dokumen legal itu palsu. Alamat pos yang disebutkan tidak ada sampai bertahun-tahun setelah surat itu seharusnya ditulis. Rekening bank yang direferensikan tidak pernah ada. Dan ternyata, lapisan kalsit bisa dibuat hanya dalam beberapa bulan—menggunakan jamur kentang. 

Kouros itu palsu. 

Bagaimana mungkin para ahli seni bisa tahu dalam hitungan detik apa yang tidak bisa ditemukan oleh tim Getty dalam 14 bulan penelitian? 

Inilah pertanyaan yang dijawab Malcolm Gladwell dalam Blink—tentang kekuatan dua detik pertama, tentang keputusan yang dibuat dalam sekejap mata, tentang berpikir tanpa berpikir.

 

 

1 dari 12