Ukuran teks
18

Dari Pecundang Terbesar hingga Kemenangan Termanis

Bayangkan Anda baru saja kehilangan 300 miliar dollar. 

Tidak, bukan karena investasi bodoh. Bukan karena bisnis bangkrut. Tapi karena seseorang—yang Anda anggap teman—mencuri ide Anda, membangun Facebook, dan menjadi orang termuda terkaya di dunia. 

Dan seluruh dunia menonton. 

Film Hollywood dibuat tentang pengkhianatan itu. Anda digambarkan sebagai atlet bodoh yang kaya raya, privileged, yang "hanya memberi ide" sementara jenius sejati (si pengkhianat) yang mengeksekusi. 

Media mengejek Anda. Internet meme-kan Anda. Comedian membuat lelucon tentang Anda. Bahkan settlement $65 juta yang Anda menangkan terasa seperti kekalahan—karena nilai Facebook sekarang ratusan miliar dollar. 

Apa yang akan Anda lakukan? 

Kebanyakan orang akan: 

● Tenggelam dalam kepahitan 

● Hidup dari settlement dan pensiun muda 

● Atau menghabiskan hidup dalam bayang-bayang "apa yang seharusnya"

Cameron dan Tyler Winklevoss memilih jalan yang berbeda. 

Dua kembar identik ini—atlet Olimpiade dayung, lulusan Harvard, tinggi 1,96 meter—memutuskan bahwa menjadi "pecundang Facebook" bukan akhir cerita mereka. Ini hanya Bab 1.

Dan Bab 2 akan jauh lebih spektakuler. 

Pada tahun 2017, kurang dari satu dekade setelah "kekalahan" mereka, Cameron dan Tyler Winklevoss menjadi miliarder Bitcoin pertama di dunia—dengan kekayaan yang bahkan Mark Zuckerberg harus akui mengesankan. 

Ini adalah kisah tentang bagaimana dua orang yang pernah jatuh bangkit kembali. Bagaimana mereka melihat masa depan yang orang lain anggap gila. Bagaimana mereka bertaruh semua chips mereka pada teknologi yang nyaris semua orang anggap scam. 

Dan bagaimana mereka menang—dengan cara yang bahkan tidak bisa dibayangkan Zuckerberg. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 9