Ukuran teks
18

Pertanyaan Tertua Manusia

Angkat kepala Anda malam ini. Lihat ke langit. 

Ribuan titik cahaya memenuhi kegelapan. Bulan bersinar. Bintang berkelip. Galaksi Bima Sakti membentang seperti sungai cahaya. 

Dan pertanyaan itu muncul—pertanyaan yang sama yang ditanyakan manusia selama ribuan tahun: 

Dari mana semua ini datang? 

Apakah alam semesta selalu ada? Apakah ia punya awal? Jika ya, apa yang memicunya? Apa yang ada sebelum "awal"? 

Untuk sebagian besar sejarah manusia, jawaban datang dari mitologi dan agama. Dewa-dewa menciptakan dunia. Kekuatan supernatural membentuk langit dan bumi. Cerita penciptaan diturunkan dari generasi ke generasi. 

Tapi sekitar 2.500 tahun yang lalu, sekelompok orang di Yunani kuno mulai bertanya: Bagaimana jika kita bisa menjawab pertanyaan ini tanpa dewa? Bagaimana jika kita bisa menggunakan pengamatan dan akal untuk memahami alam semesta? 

Mereka memulai perjalanan—perjalanan yang akan memakan waktu ribuan tahun, melibatkan ribuan ilmuwan, dan menghadapi penolakan brutal dari gereja dan otoritas. 

Perjalanan yang akhirnya mengungkap kebenaran paling mengejutkan: Alam semesta lahir 13,8 miliar tahun yang lalu dalam ledakan yang kita sebut Big Bang. 

Simon Singh, penulis sains paling engaging di dunia, menceritakan kisah luar biasa ini—bukan sebagai kumpulan fakta kering, tetapi sebagai petualangan manusia penuh drama, keberanian, kejeniusan, dan kadang tragedi. 

Ini bukan hanya cerita tentang alam semesta. Ini cerita tentang bagaimana kita—manusia kecil di planet kecil—berhasil mengungkap rahasia terbesar eksistensi.

Mari kita mulai dari awal. Bukan awal alam semesta—tapi awal pencarian kita untuk memahaminya.

 


1 dari 11