Pertanyaan yang Tidak Bisa Dijawab
Anakku,
Kamu bertanya padaku: "Mengapa mereka selalu membunuh kita?"
Kamu baru berusia 15 tahun ketika kamu menanyakan ini, setelah melihat berita bahwa polisi yang membunuh Michael Brown tidak akan diadili. Setelah melihat Eric Garner tercekik mati di jalanan New York, kata-kata terakhirnya—"I can't breathe"—direkam kamera, dan tetap tidak ada yang dihukum.
Kamu melihat wajahku. Menunggu jawaban.
Dan aku tidak bisa memberikannya.
Bukan karena aku tidak tahu. Tapi karena jawaban sebenarnya terlalu berat untuk dijelaskan dengan kalimat sederhana. Karena jawaban sebenarnya membutuhkan pemahaman tentang berabad-abad sejarah, tentang sistem yang dibangun di atas tubuh orang-orang yang terlihat seperti kita, tentang negara yang menjanjikan kebebasan sambil membangun kekayaannya dari perbudakan.
Jadi, alih-alih menjawab dalam satu kalimat, aku menulis surat ini.
Surat ini adalah tentang ketakutan yang telah menghuni tubuhku sejak aku seusiamu. Tentang jalan-jalan di Baltimore di mana aku tumbuh besar, di mana kekerasan bisa datang dari polisi atau dari anak-anak lain yang sama terancamnya. Tentang bagaimana aku belajar bahwa tubuh kami—tubuh kulit hitam—tidak pernah benar-benar aman di negara ini.
Tapi ini juga tentang keindahan yang aku temukan. Tentang Howard University, tempat di mana untuk pertama kalinya aku melihat orang kulit hitam dalam segala keragaman dan kejeniusan mereka. Tentang orang-orang yang mengajariku bahwa meskipun negara ini tidak mencintai kita, kita tetap bisa mencintai diri kita sendiri.
Ini bukan surat yang akan memberikanmu harapan palsu. Aku tidak akan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Aku tidak akan menjanjikan bahwa Amerika akan "menjadi lebih baik."
Tapi aku akan memberitahumu kebenaran.
Dan kebenaran itu dimulai dengan pemahaman tentang apa yang mereka sebut "ras"—dan bagaimana konstruksi ini telah menghancurkan jutaan tubuh sambil membangun kekayaan dan kenyamanan jutaan lainnya.
Mari kita mulai.