Ukuran teks
18

Pria yang Mengalahkan Pasar Selama 50 Tahun

1929. Wall Street runtuh. Panik melanda. Investor kehilangan 89% dari uang mereka. Jutaan orang bangkrut. 

Di tengah kehancuran itu, ada seorang pria muda bernama Benjamin Graham yang kehilangan hampir semua yang dia miliki. Dia tidak tidur berhari-hari. Dia merasa menjadi fraud—dia mengelola uang orang lain dan sekarang uang itu hilang. 

Tapi alih-alih menyerah, Graham melakukan sesuatu yang luar biasa: dia mengubah bencana menjadi laboratorium pembelajaran. 

Dia menghabiskan tahun-tahun berikutnya menganalisis apa yang salah. Bukan hanya dengan pasar—tapi dengan cara orang berpikir tentang investasi. 

Dia menemukan bahwa kebanyakan orang tidak berinvestasi. Mereka berspekulasi—bertaruh pada harga yang akan naik, tanpa pemahaman nyata tentang nilai. 

Dan dari reruntuhan itu, Graham membangun sesuatu yang akan mengubah dunia investasi selamanya: filosofi value investing. 

Selama 50 tahun berikutnya, Graham tidak hanya memulihkan kerugiannya—dia mengalahkan pasar secara konsisten, tahun demi tahun. Dia mengubah investasi dari gambling menjadi disiplin ilmiah. 

Murid-muridnya? Warren Buffett (investor terkaya di dunia), Irving Kahn, Walter Schloss—semua menjadi miliarder dengan mengikuti ajaran Graham. 

Warren Buffett pernah berkata: "Saya 15% Fisher dan 85% Graham." Dan ketika ditanya buku apa yang harus dibaca investor, Buffett menjawab: "Baca 'The Intelligent Investor' dari Graham. Selesai. Anda tidak perlu buku lain."

"Benjamin Graham on Investing" adalah destilasi dari kebijaksanaan seumur hidup Graham—prinsip-prinsip yang telah bertahan melalui Great Depression, Perang Dunia II, krisis minyak, dot-com bubble, krisis finansial 2008, dan setiap krisis lainnya. 

Ini bukan buku tentang menjadi kaya cepat. Ini buku tentang tidak menjadi miskin—dan kemudian, dengan sabar dan disiplin, membangun kekayaan yang berkelanjutan. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 10