Pria yang Terbuat dari Daging, Bukan Marmer
Di antara para Founding Fathers Amerika—Washington yang anggun, Jefferson yang brilian, Adams yang keras kepala—ada satu yang berbeda. Satu yang tidak berdiri dengan kaku di atas pedestal sejarah. Satu yang tampaknya mengedipkan mata pada kita dari halaman sejarah.
Benjamin Franklin.
Tidak seperti tokoh-tokoh lainnya yang terasa jauh dan tidak tersentuh, Franklin terasa... manusiawi. Dia adalah anak kelima belas dari tujuh belas bersaudara. Anak dari pembuat lilin dan sabun. Seseorang yang hanya mengenyam dua tahun pendidikan formal. Seorang magang percetakan yang melarikan diri dari kakaknya yang kejam.
Namun pria yang sama ini—dalam perjalanan 84 tahun yang luar biasa—menjadi penulis terbaik Amerika, penemu, baron media, ilmuwan, diplomat, dan strategis bisnis, sekaligus salah satu pemimpin politik paling praktis dan cerdik.
Bagaimana mungkin?
Jawabannya terletak pada filosofi hidupnya yang sederhana namun revolusioner: Anda dapat menciptakan diri Anda sendiri.
Di dunia abad ke-18 di mana kelahiran menentukan nasib, Franklin membuktikan bahwa kerja keras, perbaikan diri terus-menerus, dan komitmen pada kebajikan bisa mengangkat siapa pun—bahkan anak pembuat lilin—ke puncak masyarakat.
Ini adalah kisah tentang bagaimana satu orang tidak hanya menciptakan dirinya sendiri, tetapi juga membantu menciptakan karakter bangsa Amerika. Kisah tentang bagaimana pragmatisme, toleransi, humor, dan kearifan jalanan bisa sama kuatnya dengan ideologi dan filosofi abstrak.
Ini adalah kisah Benjamin Franklin—pria yang membuktikan bahwa Anda tidak perlu terlahir hebat untuk menjadi hebat.