Ukuran teks
18

Gaun yang Membelah Internet

Februari 2015. Sebuah foto gaun sederhana diunggah ke internet. Dan dunia terpecah.

Setengah orang melihatnya putih dan emas. Setengah lainnya bersikeras itu biru dan hitam

Ini bukan tentang layar komputer. Bukan tentang mata. Ini tentang sesuatu yang jauh lebih fundamental: cara otak Anda membangun realitas. 

Beberapa orang secara tidak sadar menyimpulkan gaun itu berada di bawah cahaya langsung, jadi otak mereka secara mental mengurangi warna kuning dari gambar—dan mereka melihat biru dan hitam. Yang lain menyimpulkan gaun itu di tempat teduh, otak mereka mengurangi biru—dan mereka melihat putih dan emas. 

Foto yang sama. Sinyal cahaya yang sama masuk ke mata. Tapi pengalaman yang sama sekali berbeda. 

Ini mengungkap kebenaran yang mengganggu: Anda tidak melihat dunia sebagaimana adanya. Anda melihat dunia sebagaimana otak Anda memprediksinya. 

Anil Seth, profesor neuroscience di University of Sussex dan salah satu peneliti kesadaran terkemuka di dunia, menghabiskan puluhan tahun mengajukan pertanyaan yang tampaknya sederhana namun luar biasa rumit: 

Apa artinya menjadi "Anda"? 

Bagaimana miliaran neuron yang berbincang dalam gelap—tanpa akses langsung ke dunia luar—menciptakan pengalaman subjektif yang kaya yang Anda rasakan setiap saat? Bagaimana sinyal listrik berubah menjadi kesadaran akan warna merah, rasa sakit, cinta, atau perasaan menjadi diri sendiri? 

Dan jawabannya mungkin lebih aneh dari yang Anda bayangkan: 

"Kita semua berhalusinasi sepanjang waktu. Hanya saja ketika kita sepakat tentang halusinasi kita, itulah yang kita sebut realitas." 

Mari kita mulai perjalanan mengejutkan ini.

 


1 dari 11