Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Tidak Berani Kita Tanyakan

Bayangkan ini: Anda adalah dokter yang baru saja memberitahu pasien berusia 65 tahun bahwa kankernya kembali. Kali ini lebih agresif. Kemoterapi bisa memperpanjang hidupnya beberapa bulan—mungkin enam, mungkin sembilan. Tapi efek sampingnya brutal: mual, lemah, rambut rontok, sistem kekebalan rusak. 

Anda tahu angka-angka statistik. Anda tahu peluangnya kecil. Tapi yang Anda katakan adalah: "Ada pilihan pengobatan yang bisa kita coba." 

Anda tidak bertanya: "Apa yang paling penting bagi Anda saat ini?" 

Anda tidak bertanya: "Apa ketakutan terbesar Anda tentang masa depan?" Anda tidak bertanya: "Apa yang membuat hidup Anda masih layak dijalani?" 

Mengapa? Karena pertanyaan-pertanyaan itu terlalu sulit. Karena menerima batas adalah hal tersulit dalam kedokteran. Karena kita—dokter, pasien, keluarga—semua tidak tahu bagaimana menghadapi kenyataan bahwa kita semua fana. 

Atul Gawande, seorang dokter bedah terkemuka di Harvard dan penulis bestseller, menghabiskan karirnya menyelamatkan nyawa. Tapi ketika ayahnya sendiri menghadapi kanker tulang belakang yang tidak bisa dioperasi, dia menyadari sesuatu yang mengejutkan: 

Kedokteran modern luar biasa dalam membuat kita tetap hidup. Tapi sangat buruk dalam membantu kita hidup dengan baik sampai akhir. 

"Being Mortal" adalah hasil dari pencarian Gawande untuk menjawab pertanyaan paling mendasar dalam hidup manusia: Bagaimana kita menghadapi kematian dengan bermartabat? Dan apa yang benar-benar penting ketika waktu kita terbatas? 

Mari kita mulai dengan kebenaran yang tidak nyaman tentang penuaan.

 


1 dari 11