Ukuran teks
18

Keputusan yang Mengubah Hidup Seorang Ibu

Emma baru melahirkan anak pertamanya, Lily, tiga hari yang lalu. 

Sekarang dia duduk di sofa, menangis, dengan bayi yang menangis di pangkuannya. Sudah dua jam Lily menangis tanpa henti. Emma sudah mencoba semuanya—mengganti popok, menyusui, menggendong, menidurkan. 

Ibunya datang berkunjung. Melihat Emma yang kelelahan, dia berkata dengan niat baik: "Kamu harus melatih dia dari sekarang. Taruh di tempat tidur. Biarkan dia menangis. Kalau kamu selalu menggendong, dia akan manja. Kamu harus tunjukkan siapa yang boss." 

Emma ragu. Setiap insting dalam dirinya berteriak untuk menggendong Lily. Tapi semua orang—ibunya, mertuanya, buku parenting yang dia baca, bahkan dokter anak—mengatakan hal yang sama: "Jangan biasakan digendong. Jangan bikin bayi jadi terlalu dependent." 

Malam itu, dengan berat hati, Emma mencoba. Dia taruh Lily di tempat tidur. Lily menangis. Emma pergi keluar kamar, menutup pintu, duduk di lantai sambil menangis sendiri, mendengar tangisan putrinya yang semakin keras. 

Sepuluh menit. Lima belas menit. Dua puluh menit. 

Emma tidak tahan lagi. Dia masuk, angkat Lily, peluk erat. Lily langsung tenang. Emma menangis lebih keras—bukan karena Lily, tapi karena dia hampir melakukan sesuatu yang terasa sangat salah. 

Di situlah Emma memutuskan: "Aku akan percaya instingku. Aku akan merespons anakku. Aku tidak peduli apa kata orang lain." 

Sarah Ockwell-Smith, psikolog perkembangan anak dan pendiri gentle parenting movement, menulis "Beginnings" untuk ibu-ibu seperti Emma—ibu yang instinknya mengatakan satu hal, tapi tekanan sosial mengatakan hal lain.

Buku ini adalah validasi untuk apa yang sebenarnya sudah Anda tahu di dalam hati: Bayi tidak bisa dimanja. Merespons tangisan bayi bukan membuat mereka lemah. Menggendong, menyusui, memeluk—itu bukan kebiasaan buruk. Itu adalah kebutuhan biologis. 

Dan yang paling penting: Tahun pertama kehidupan adalah fondasi untuk semua tahun berikutnya. Cara kita memperlakukan bayi di tahun pertama membentuk otak mereka, membentuk kemampuan mereka untuk percaya, untuk mencintai, untuk merasa aman di dunia. 

Mari kita mulai dari awal—bahkan sebelum awal.

 


1 dari 9